Kamis, 11 Agustus 2011

Kesehatan perjalanan



1. Pengertian Kesehatan Perjalanan
Kesehatan perjalanan dapat diartikan sebagai hal-hal yang mencakup keadaan kesehatan pada waktu melakukan perjalanan. Tujuannya adalah untuk mencapai keadaan sesehat-sehatnya selama dan sesudah melakukan perjalanan
Faktor fisik, mental, dan daya tahan tubuh merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan untuk melakukan sebuah perjalanan. Untuk mencapai keadaan yang baik dalam melakukan sebuah perjalanan, dibutuhkan pengetahuan-pengetahuan yang mendukung, yaitu :
1. Pengetahuan Tentang Kesehatan Perjalanan
Sebelum kita melakukan perjalanan, kita harus sudah dapat mengetahui resiko apa saja yang mungkin akan dihadapi di dalam perjalanan. Jenis penyakit atau kecelakaan setidaknya sudah diperkirakan, kita dapat melakukan persiapan perjalanan lebih matang lagi.
2. Pengetahuan Tentang Perlengkapan Perjalanan
Perlengkapan dan perbekalan yang akan dibawa di dalam suatu perjalanan, haruslah seefektif mungkin. Jangan sampai ada perlengkapan atau perbekalan yang benar-benar tidak berguna di dalam sebuah perjalanan, sehingga hanya merepotkan perjalanan kita saja.
3. 3. Pengetahuan Tentang P2GD
Dengan mempersiapkan pengetahuan dan peralatan P2GD, diharapkan kita dapat mengatasi kesulitan selama perjalanan.
2. Faktor Pendukung Kesehatan Perjalanan
Keberhasilan perjalanan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
1. Persiapan Fisik
Fisik yang menunjang dalam kegiatan alam bebas memang tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Latihan fisik harus dilakukan secara teratur dan intensif dengan intensitas yang terukur. Karena tanpa kondisi fisik yang memadai, penggiat alam bebas tidak akan dapat melakukan kegiatannya dengan aman.
Untuk mengkontrol tingkat kebugaran fisik dapat dilakukan dengan menghitung denyut nadi setelah melakukan latihan fisik. Cara menghitungnya adalah dengan menjumlahkan denyut nadi yang dihitung selama 6 detik setelah latihan selesai, kemudian jumlahnya dikalikan 10 untuk mendapatkan denyut nadi maksimal dalam 1 menit.
2. Persiapan Mental
Faktor mental adalah faktor yang menyeimbangkan faktor fisik sehingga tujuan perjalanan kita dapat berjalan sesuai rencana. Latihan fisik yang baik akan membantu mengembangkan mental, rasa percaya diri, dan kepekaan.
Motivasi yang baik akan dapat pula meningkatkan mental. Kegiatan yang memakai tenaga fisik secara berlebihan sebaiknya dihindari. Terutama bagi seseorang yang pernah memiliki penyakit yang berhubungan dengan fungsi susunan syaraf pusat, seperti epilepsi (ayan), gangguan kejiwaan, dan cedera kepala berat.
(dari berbagai sumber)
oleh : Kak Diez

TATA CARA MUSYAWARAH AMBALAN/RACANA



Musyawarah Ambalan/ Racana merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan dalam memberikan dan menanamkan nilai kebersamaan, rasa memiliki, kedisiplinan dan permusyawaratan suatu ambalan/ racana. Dalam melaksanakan musyawarah ambalan banyak dilakukan berbagai macam cara dengan yang paling sederhana.

Berikut ini merupakan salah satu contoh bentuk musyawarah ambalan/ racana yang dilaksanakan dalam upaya memberikan nilai pendidikan suatu organisasi yang positif , sesuai dengan tujuan, harapan dan aspirasi para anggota ambalan/ racana. Dengan demikian para anggota pramuka akan mempu mengelola dan menyelenggarakan sistem manajemen di ambalan/ racana dengan baik.


a. Pengertian.

Musyawarah merupakan forum tertinggi dalam menetapkan suatu kebijakan dan keputusan oleh suatu Ambalan/ Racana. Muyawarah ambalan/ Racana dilaksanakan 1 (satu ) tahun sekali sesuai dengan masa baktinya.


b. Acara Musyawarah.

Dalam menyelenggarajkan musyawarah Ambalan / Racana maka perlu menetapkan agenda pokok musyawarah tersebut antara lain :

1. Mendengarkan dan menanggapi laporan pertanggungjawaban pengurus Ambalan/ Racana masa bakti pengurus lama.

2. Evaluasi Program kerja yang telah dilaksanakan

3. Menyusun Rencana/ Program kerja untuk masa bakti yang akan datang.

4. Pemilihan Pengurus Ambalan/ Racana masa bakti yang akan datang.


c. Peserta Musyawarah.

Ambalan/ Racana sebelum menyelenggarakan musyawarah harus menetapkan siapa saja yang berhak mengikuti kegiatan tersebut :

1. Pengurus Ambalan / Racana.

2. Para Pemimpin / wakil pemimpin Sangga/ Reka / anggota

3. Pembina Penegak/ Pandega sebagai konsultan/ Penasehat



d. Pelaksanaan Musyawarah.


A. Sidang Pendahuluan.

Dalam melaksanakan musyawarah. peserta sebelumnya menentukan siapakah yang akan memimpin dalam sidang Pendahuluan. Biasanya dalam sidang ini dipimpin oleh Pradana/ Ketua Racana atau pengurus lainnya yang ditunjuk.

Dalam sidang Pendahuluan memiliki agenda acara :

- Menetapkan tata tertib dan agenda acara.

- Memilih dan menetapkan pimpinan Sidang- sidang selanjutnya/ bisa membentuk semacam Presidium. ( Biasanya dipilih 3 orang. Terdiri 1 orang ketua dan 2 orang anggota )

B. Persidangan.

1. Rapat Pleno. ( Pertama )

Dalam rapat ini dipimpin oleh pimpinan sidang yang telah ditetapkan/ Presidium.

Agenda acaranya :

- Mendengarkan laporan Pertanggungjawaban Pradana/ Ketua Racana / Pengurus ambalan selama masa baktinya.

- Melakukan Evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan.

- Mensyahkan laporan Pertanggungjawaban Ambalan/ Racana lama.


2. Rapat Pleno ( Kedua )

Dalam Sidang Pleno ini membahas antara lain :

1. Pembagian Bidang – bidang/ komisi yang dibentuk untuk menyusun rencana/ program kerja.

2. Melaksanakan Rapat – Rapat komisi / masing masing bidang

Bidang/ komisi tersebut misalnya dapat terdiri dari :

a. Komisi Organi sasi dan keuangan.

Membicarakan struktur pengurus / Dewan yang akan dibentuk disesuikan dengan kebutuhan. Termasuk didalamnya Dewan Kehornatan. Dalam komisi ini juga menetapkan tata cara pemilihan Pradana dan pengurus Dewan ambalan/ Ketua Racana dan pengurus Dewan Racana.

Menetapkan sistem administrasi dan besarnya iuran anggota dll.

b. Komisi Kegiatan.

Yaitu menyusun rencana / program kerja yang akan datang. Bentuk kegiatan maupun latihan rutin yang akan dilaksanakan.

c. Komisi Adat / sandi / pusaka Ambalam – Racana.

Di komisi ini biasanya membicarakan peninjauan kembali Adat/ Sandi / Pusaka Ambalan/ Racana apakah masih relevan dan sesuai dengan perkembangan di lingkungan Ambalan/ Racana.


3. Rapat Pleno ( Ketiga )

Di sidang ini berisi agenda acara antara lain :

a. Mendengarkan dan menanggapi laporan hasil rapat komisi/ masing –masing bidang.

b. Mensyahkan hasil rapat dari masing masing bidang/ komisi.

c. Membentuk tim Perumus. Tim Perumus ini bertugas menyusun seluruh hasil keputusan dari rapat- rapat komisi.

d. Mengadakan Pemilihan Pengurus Ambalan/ Racana setelah mendengarkan hasil dari rapat tim perumus sub komisi organisasi/ keuangan.

Dalam Pemilihan Pengurus Dewan Ambalan/ Racana dapat dilakukan berbagai macam cara misalnya :

- Pemilihan secara langsung Pradana/ Ketua Racana dan dilanjutkan dengan melengkapi susunan pengurusnya.

- Pemilihan secara langsung Pradana/ Ketua Racana dan membentuk tim formatur. Tim Formatur adalah tim yang bertugas menyusun pengurus dengan masa tugas dan jangka waktu tertentu. Tim Formatur ini dipimpin oleh Pradana / Ketua Racana Terpilih.

- Pemilihan seluruh pengurus dewan ambalan/ racana diserahkan kepada tim Formatur.

- Pemilihan secara langsung Pradana/ Ketua Racana dilaksanakan dalam waktu tertentu dilaksanakan secara langsung. umum, bebas dan rahasia oleh seluruh anggota ambalan/ racana.


C. Sidang Penutup

Dalam agenda ini yang dilaksanakan antara lain :

- Membacakan seluruh hasil dan kesimpulan selama sidang. Dan sekaligus mensyahkannya.

- Menyerahkan hasil tim perumus kepada Pradana/ Ketua Racana terpilih untuk menyelesaikan tugas tugasnya. mis. Tugas tim formatur dll ( apabila pemilihan dilaksanakan dalam acara saat itu )

- Menutup sidang.
(Sumber Pramuka.net)

SAMBUTAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA PADA PERINGATAN HARI PRAMUKA KE-50 14 AGUSTUS 2011



Yang terhormat,
Kakak-kakak Ketua Mabida dan Mabicab Gerakan Pramuka,
Kakak-kakak Ketua Kwarda, Kwarcab dan Kwarran Gerakan Pramuka,
Kakak-kakak Pelatih, Pembina, Pamong dan Instruktur Gerakan Pramuka,
Adik-adik Pramuka yang saya banggakan,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Salam Pramuka,

Marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul bersama pada hari ini dalam keadaan sehat walafiat untuk memperingati Hari Pramuka ke 50 atau Tahun Emas yang jatuh pada tanggal 14 Agustus 2011. Tema peringatan ulang tahun emas Gerakan Pramuka tahun 2011 ini adalah “Pramuka Penyelamat Generasi Muda”.

Selaku Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, perkenankanlah saya pada kesempatan yang berbahagia ini menyampaikan ucapan Selamat Hari Pramuka ke 50 kepada segenap keluarga besar anggota Gerakan Pramuka di manapun berada. Semoga peringatan Hari Pramuka ke 50 ini, dapat memacu kita untuk lebih memajukan Gerakan Pramuka.

Kakak-kakak dan adik-adik keluarga besar Gerakan Pramuka yang saya hormati,

Revitalisasi Gerakan Pramuka yang telah berjalan selama lima tahun, dengan tujuan utamanya adalah untuk memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka serta untuk meningkatkan fungsi Gerakan Pramuka, dalam lima tahun ini memang telah memperlihatkan hasil yang cukup menggembirakan. Namun demikian, bersamaan dengan itu, harus diakui pula bahwa tantangan yang dihadapi oleh Gerakan Pramuka dan juga oleh kaum muda Indonesia, juga makin bertambah berat. Gerakan Pramuka, yang merupakan salah satu pilar pendidikan kaum muda di Indonesia, dituntut untuk dapat lebih berkontribusi secara nyata dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menyelesaikan masalah kaum muda.

Sesunggunyalah pada dewasa ini, Gerakan Pramuka serta generasi muda di Indonesia banyak menghadapi pelbagai masalah. Masalah dan ataupun tantangan yang dimaksud antara lain adalah masih tingginya angka putus sekolah, sulitnya mendapatkan pekerjaan, maraknya tindakan kriminalitas yang melibatkan generasi muda, rendahnya rasa hormat kaum muda kepada orang tua dan para guru, perubahan gaya hidup yang menjurus pada perilaku tidak sehat, meningkatnya perilaku merokok pada usia muda, makin tingginya konsumsi narkoba dan zat adiktif, serta makin meningkatnya pergaulan bebas yang berakibat pada terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi di kalangan generasi muda, tentu saja sangat memperihatikan kita semua.

Untuk kepentingan bangsa dan negara pada masa depan, pelbagai masalah dan atau tantangan yang dihadapi tersebut, tentu saja harus segera dapat ditanggulangi. Disinilah menjadi penting peranan Gerakan Pramuka. Sebagai lembaga pendidikan non formal yang tujuan utamanya adalah untuk membentuk karakter kaum muda, menanamkan semangat kebangsaan, serta meningkatkan keterampilan generasi muda, Gerakan Pramuka memang dapat berbuat banyak.

Sejarah memang telah mencatat besarnya peranan anggota dan organisasi Pramuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada masa-masa awal kebangkitan nasional, para anggota Pramuka (kepanduan) mempunyai peranan besar dalam membangkitkan semangat kebangsaan. Pada sekitar tahun 1920-an para anggota Pramuka (kepanduan) berperan besar dalam menggalang semangat persatuan. Untuk kemudian, pada masa-masa awal kemerdekaan, para anggota Pramuka (kepanduan) berperan besar dalam menggelorakan semangat bela negara.

Pada saat ini, di era pembangunan nasional, yang berhadapan dengan makin kompleknya pelbagai masalah dan ataupun tantangan, adalah harapan bersama kiranya Gerakan Pramuka dapat berkiprah dalam turut mensukseskan pembangunan nasional tersebut. Utamanya dalam turut mengatasi pelbagai masalah dan atau tantangan kaum muda. Pramuka dan Gerakan Pramuka harus dapat berperan sebagai penyelamat Generasi Muda.

Kakak-Kakak dan adik-adik Pramuka yang saya banggakan,

Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan yang berperan melengkapi pendidikan formal bagi generasi muda, sejak dicanangkannya revitalisasi pada tahun 2006 lalu, terus menerus membenahi diri. Pada saat ini dengan telah terbitnya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, tentu saja upaya pembenahan diri tersebut harus semakin ditingkatkan.

Hasil yang dicapai, sejauh ini, cukup menggembirakan. Minat kaum muda terhadap Gerakan Pramuka tampak makin meningkat. Bersamaan dengan itu pelbagai kegiatan kepramukaan telah semakin banyak dilaksanakan. Untuk tercapainya visi dan misi yang dimiliki, yakni mempersiapkan calon pemimpin bangsa yang memiliki watak, kepribadian dan akhlak mulia pada masa depan, pelbagai keberhasilan ini tentu saja harus dapat dipertahankan dan bahkan harus dapat lebih ditingkatkan pada masa depan.

Kakak-kakak dan adik-adik keluarga besar Gerakan Pramuka yang saya hormati,

Untuk terwujudnya visi dan misi Gerakan Pramuka, saya mengajak kepada semua pihak agar dapat secara terus-menerus dan bersama-sama mengibarkan panji-panji Gerakan Pramuka. Pada saat ini ditengah banyaknya kemelut yang dihadapi bangsa dan negara, tekad untuk terus mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa harus dapat ditingkatkan.

Untuk ini peranan Gerakan Pramuka adalah penting. Karena Gerakan Pramuka, sebagai satu lembaga pendidikan yang menghimpun pelbagai suku bangsa, agama dan kepercayaan, jelas merupakan suatu instrumen yang andal dalam mempersatukan bangsa dan negara. Sesungguhnyalah, salah satu peran utama yang diharapkan dari Gerakan Pramuka, adalah sebagai perekat bangsa.


Kakak-Kakak dan adik-adik Pramuka yang saya banggakan,

Pembentukan karakter yang tangguh bagi generasi muda merupakan hal yang amat penting dan bahkan menentukan nasib bangsa dan negara di masa depan. Kita juga telah sering mendengar perlunya generasi muda memiliki kepribadian yang kuat, bersemangat, ulet, pantang menyerah, disiplin, inovatif serta mampu bekerja keras. Namun pada kenyataannya, kondisi yang kita hadapi sekarang, karena pengaruh pelbagai faktor, terutama globalisasi, kemajuan teknologi informasi serta telekomunikasi, menunjukkan hal yang sebaliknya .

Pada saat ini, sadar atau tidak, nilai-nilai asing, langsung maupun tidak langsung, telah memberi banyak pengaruh negatif kepada generasi muda Indonesia. Pada saat ini, suka atau tidak, harus diakui, banyak generasi muda yang mulai kurang peduli terhadap masalah-masalah kebangsaan. Rasa cinta terhadap tanah air serta kesediaan untuk membela negara, tampak semakin rendah. Pada saat ini, suka atau tidak, harus diakui bahwa banyak generasi muda Indonesia yang telah tidak peduli lagi dengan sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa.

Untuk mengatasinya, sekali lagi sangat diperlukan keterlibatan aktif generasi muda dalam kegiatan kepramukaan. Karena sesungguhnyalah salah satu kewajiban setiap anggota Gerakan Pramuka, sebagaimana yang telah dirumuskan oleh Bapak Pramuka Dunia, Baden Powell, disamping ditujukan terhadap Tuhan (duty to the God), terhadap sesama (duty to others) dan terhadap diri sendiri (duty to self), juga yang terpenting adalah terhadap tanah air, bangsa dan negara (duty to country)

Kakak-Kakak dan adik-adik Pramuka yang saya banggakan,

Setelah lima tahun revitalisasi Gerakan Pramuka dicanangkan, dan pada saat ini ditambah dengan telah terbitnya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, tampak kedudukan dan peranan Gerakan Pramuka makin bertambah kokoh. Tentu saja untuk terlaksanya pelbagai kegiatan yang dimilikinya, diperlukan dukungan yang kuat dari pelbagai pihak. Revitalisasi Gerakan Pramuka yang inti pokoknya adalah mengaktifkan kembali Gugusdepan diseluruh Indonesia, tidak akan terlaksana apabila tidak mendapat dukungan dari orang tua, masyarakat dan pemerintah.

Dalam kaitan ini adalah harapan bersama, kiranya para orang tua, melalui Komite Sekolah, dapat berperan aktif mendukung Gugusdepan Gerakan Pramuka berbasis sekolah. Selanjutnya adalah harapan besama pula kiranya, masyarakat, melalui Perangkat Desa dan jajarannya, dapat mendukung Gugusdepan Gerakan Pramuka berbasis komunitas. Untuk kemudian kedua Gugusdepan ini, kiranya mendapat dukungan yang penuh dari pemerintah, sebagaimana yang tercantum dalam UU No 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Pasal 36 ayat c UU No 12 tahun 2010 menyebutkan Pemerintah dan Pemerintah daerah bertugas membantu ketersediaan tenaga, dana dan fasilitas yang diperlukan untuk pendidikan kepramukaan

Kakak-Kakak dan adik-adik Pramuka yang saya banggakan,

Dalam kesempatan yang baik ini perkenankanlah saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu perkembangan Gerakan Pramuka. Ucapan terima kasih ini, terutama saya sampaikan kepada pemerintah dan masyarakat, yang selama ini telah banyak membantu Gerakan Pramuka. Ucapan terima kasih yang sama juga kami sampaikan kepada para orang tua, para guru, dan para relawan pramuka, yang selama ini tanpa mengenal lelah, selalu berada di depan, memajukan Gerakan Pramuka.

Akhirnya semoga yang kita lakukan bersama senantiasa diridhoi oleh Allah SWT.

Satu Pramuka untuk Satu Indonesia, Jayalah Indonesia
Terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Pramuka,


Jakarta, 14 Agustus 2011

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Ketua,



Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH

Kamis, 04 Agustus 2011

Pramuka SMAN 1 LUBUK BASUNG wakili KWARCAB AGAM dalam Jambore Saka Kencana 2011 Se-Sumbar



Lomba Satuan Karya Pramuka Kencana Sumbar 2011 dalam bentuk Jambore PIK-RR diadakan di bumi perkemahan Lemdadika Padang Besi, Kota Padang, pada tanggal 14 – 17 Juli 2011, dan untuk lomba kali ini sebanyak 5 orang putra dan 5 orang putri anggota Pramuka Sman 1 Lubuk Basung terpilih mewakili saka kencana Kwarcab Agam dan bergabung dengan SMAN 1 Tilatang Kamang.
Adapun mata lomba yang di pertandingkan antara lain lomba Majalah Dinding, Lomba Lawak, Lomba Pentas Seni, Lomba Tapak Perkemahan dan berbagai macam lomba lainnya, dan Alhamdulillah untuk Jambore PIK-RR tahun 2011 ini saka kencana kwarcab berhasil menggondol piala, antara lain Juara 2 Lomba Pentas Seni, Juara 3 Lomba Mading, Juara Harapan 2 Lomba Tapak Perkemahan.
semoga untuk kedepannya kita lebih bisa berprestasi lagi.
Salam Pramuka!!
(kak Diez)

Kamis, 05 Mei 2011

Catatan perjalanan : Tim Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung melakukan pendakian Gunung Singgalang (2877 Mdpl)




Gunung Singgalang adalah jenis gunung vulkanis yang tidak aktif, merupakan salah satu gunung tertinggi di Sumatera Barat dengan ketinggian 2877 Mdpl, secara geografis terletak di wilayah kabupaten Agam, dengan koordinat 0 derajat 23’ 24” S – 100 derajat 19’ 51” E, dan gunung ini juga dikiaskaan sebagai salah satu penyangga langit minangkabau, termasuk ke dalam pegunungan Tri Arga ( 3 gunung tertinggi di tanah minangkabau), selain Gunung Marapi dan Gunung Tandikek, , untuk melakukan pendakian gunung ini terdapat 3 jalur yaitu dari Koto Baru( Pandai Sikek), Balingka dan Toboh (Malalak), tapi yang biasanya banyak dilewati para pendaki adalah jalur Koto Baru (Pandai Sikek).

Jum’at, 22 April 2011
Pukul 08.00 wib, langit terihat begitu cerah, terlihat awan-awan putih tebal bergantungan dilangit, kami berkumpul dirumah salah satu Purna Ambalan (kak Sandro), dan bersiap-siap untuk packing dan check perlengkapan terakhir sebelum berangkat, setelah semuanya dirasa lengkap, tim yang terdiri dari beberapa orang purna Ambalan, partisipan dan 4 orang Anggota Aktif Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung yaiti Solikhin, Yudi, Ade, Dan Ichank, segera berangkat menuju mobil yang telah di kami pesan sebelumnya.
Kami menumpangi mobil travel sejenis Tranex, setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 2 jam dari Padang akhirnya tepat sebelum Adzan Shalat Jumat dikumandangkan, kami sampai di pasar Koto baru, setelah menitipkan barang-barang dan perlengkapan di salah satu rumah teman, beberapa anggota tim segera bergegas menuju Mesjid untuk melaksanakan Shalat Jumat.
Selesai Shalat Jumat , dan mengurus perijinan di pos pendakian, dengan menumpangi mobil bak terbuka milik petani sayur setempat, kami berangkat menuju titik start pendakian yaitu di Tower stasiun pemancar RCTI, setelah makan siang dan mengisi veples – veples kosong dengan air di Tower, seperti yang telah disepakati sebelumnya kami langsung membagi Tim menjadi 2 yaitu, Tim 1 terdiri dari Kak Diez, Kak Renol, Yudi, Solikhin “dedek”, berangkat lebih awal dari dari tim ke 2 yang tediri dari Kak Sandro, Kajon, Kak Haris, Pa’ul, Kak Dia, Kak Ifa, Ichank,dan Ade , tim 1 bertugas mendirikan tenda dan menentukan titik Camp.
Tepat pukul 15.30, tim 1 berangkat, karena cuaca yang tidak bersahabat dan hujan begitu deras, terpaksa kami harus memakai raincoat untuk melindungi tubuh kami dari hujan, tantangan pertama kami adalah melewati hutan pimpiang atau para pendaki sering menyebutnya dengan “Lubang Mancik” karena berbentuk seperi lorong yang dikiri dan kanannya ditumbuhi oleh tumbuhan pimpiang yang banyak, untuk melaluinya tak jarang anggota tim harus merunduk, merangkak bahkan merayap, karena tumbuhan ini begitu rapat, benar – benar menguji ketahanan fisik, diperjalan melewati lubang mancik tersebut kami menemukan pendaki lain yang hendak turun, yaitu 2 orang bule dan seorang Guide mereka, setelah bertegur sapa secukupnya, tim kembali melanjutkan perjalanan sampai sumber mata air pertama untuk mengambil air dan beristirahat sejenak, hujan sudah agak mulai reda, hanya gerimis yang turun.
Selepas Hutan Pimpiang kami disambut oleh hutan Montane yaitu hutan yang terdapat pada ketinggian 1200 – 1500 Mdpl spesies tanamanan yang dijumpai Pohon Berangan, Damar Minyak dan Podo, tapi hujan kembali menyapa dengan derasnya, disini jalur yang dilewati berupa tanjakan tapi tidak begitu terjal, tapi kami harus hati – hati melewatinya karena jalan yang begitu licin dan becek karena diguyur hujan, jalanan berkabut sehingga mengganggu jarak pandang, dan hambatan lainnya adalah kabel listrik yang menjuntai sampai ketanah dan juga tiang listrik yang digunakan untuk keperluan Tower pemancar TV, Provider dan Pemantau, dalam perjalanan banyak ditemukan dataran yang cukup landai bisa digunakan untuk tempat Camp.
Hari sudah beranjak malam, matahari telah tenggelam diufuk barat, cuaca tampaknya belum juga mau bersahabat dengan kami, dibawah guyuran hujan, kami masih masih melanjutkan perjalanan, tapi karena mengingat tim ke 2 yang jauh tertinggal dibelakang dan mereka pun ada 2 orang anggota cewe’, maka kami berkoordinasi dengan tim 2 melalui telepon seluler, setelah melakukan koordinasi, mengingat cuaca dan hari sudah malam juga beberapa orang anggota tim yang telah kecapekan, kami putuskan tidak melakukan Summit Attack dan memilih untuk Camp malam itu.

Sabtu, 23 April 2011
Seperti pagi kemaren matahari bersinar begitu cerah, sinarnya menembus celah – celah dedaunan, memberikan kehangatan pada setiap apa yang diterpanya, walaupun suhu udara sangat dingin, pagi ini seluruh anggota tim bangun dengan semangat, karena hari ini kami akan langsung menuju telaga dewi nan eksotis di puncak Singgalang, beberapa orang anggota tim yang kebetulan baru perdana mendaki gunung, tampaknya sudah tak sabaran lagi untuk menikmati keeksotisan telaga itu, selesai sarapan dan mempacking perlengkapan, pukul 10.00 wib, Tim 1 segera bergerak, disusul oleh tim 2, perjalanan kali ini terasa sangat menyenangkan karena cuaca sangat mendukung, hutan yang dilalui begitu lebat dan masih sangat terjaga, karena dilihat dari rapatnya kanopi pepohonan, sehingga cahaya matahari tak dapat menembusnya.
Jalur menuju cadas dan Telaga Dewi ini sudah mulai terjal, tak jarang nggota tim harus berpegangan pada akar pohon atau batang kayu agar tidak terjatuh, tapi kami sangat menikmati pendakian ini, tak jarang kami bersenda gurau selama perjalanan atau beristirahat dengan menikmati secangkir kopi untuk melepas penat dan lelah, tak terasa akhirnya sampai juga dicadas, tapi sayangnya langit berkabut, sehingga pemandangan tak terlihat, kami agak kecewa, tapi tak mengendurkan semangat tim untuk menuju telaga, medan yang dilalui dicadas sangat terjal dan juga licin, harus ekstra hati-hati karena batuan dicadas ini tidak begitu kompak.
Kurang lebih 30 menit dari cadas akhirnya tim sampai juga di Telaga Dewi yang begitu mempesona itu, langit begitu cerah sehingga permukaan telaga tersebut terlihat seperti cermin yang membentang begitu luas, Subhanallah, begitu sangat indah ciptaan-Nya, kami memutuskan untuk camp diseberang istana lumut, dekat jalur pendakian Gunung Tandikek, dan langsung memasang panji kebesaran kami yaitu Bendera Cikal pada sebuah pohon, tim beristirahat sejenak untuk mengedurkan otot-otot tubuh yang masih terasa begitu tegang sehabis perjalanan tadi, kami melanjutkan mendirikan tenda, tak lama tim 2 juga datang, kami langsung memasak, terus makan siang, lalu acara mengabadikan moment melalui kamera dipinggiran Telaga Dewi tak boleh dilewatkan begitu saja, pada malam harinya kami membuat api unggun untuk sekedar menghangatkan tubuh karena suhu udaranya sangat dingin menusuk tulang, lalu bercengkrama sambil menikmati kopi panas.

Minggu, 24 April 2011
Pukul 06.00 wib, buuur., buuurrrrr...., beberapa orang anggota tim langsung mencebur ke telaga dewi untuk berenang ditengah suhu udara yang sangat dingin pagi ini, setelah mandi langsung memasak untuk sarapan, packing, dan membersihkan arena camp, tim langsung bersiap-siap turun, untuk perjalanan turun tak ada kendala yang begitu berarti, siang harinya kami sudah sampai di tower RCTI lagi, dan menjelang maghrib kami langsung menuju Padang, sebagian menuju Lubuk Basung.
(oleh : kak Diez)

Selasa, 26 April 2011

Lambang Ambalan Harimau Campo Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung



Filosofi dari Lambang Ambalan :
1. Tunas Kelapa warna emas artinya setiap anggota ambalan adalah generasi emas yang nantinya diharapkan menjadi penerus cita2 bangsa.
2. Siluet Harimau melambangkan nama Ambalan ''Harimau Campo'' dan mempunyai ...cita2 yang tertuang dalam sandi ambalan.
3. Arah mata angin artinya setiap anggota ambalan mempunyai cita2 yang terarah dan jelas.
4. 10 bintang melambangkan Dasa Dharma Pramuka
5. Warna Merah, Kuning, Hitam merupakan warna panji kebesaran Minangkabau (marawa)
6. Warna Putih artinya setiap anggota Ambalan mempunyai hati dan jiwa yang bersih lagi suci.
(kak diez)

Anggota Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung melakukan kunjungan ke Mapala Swarna Dwipa Ungu FATERNA UNAND


Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan skill individu para anggota dan juga mempersiapkan diri mengikuti Lintas Kembara 3, maka beberapa orang anggota Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung mengadakan kunjungan ke Sektretariat Mahasiswa Pecinta Alam Swarna Dwipa Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Padang, kunjungan tersebut dilakukan pada hari Senin, 18 April 2011.
Mereka berangkat dari Lubuk Basung pada hari Minggu dengan menggunakan travel didampingi oleh Kak Doni dan Kak Dia, sampai di Padang langsung ke tempat Kak Sandro dan Kak Dia untuk istirahat, besoknya selepas Dzuhur, pukul 13.00 wib, mereka langsung berangkat menuju Sekretariat Mapala SDU Faterna UNAND, sampai disana disambut oleh beberapa orang Anggota Mapala SDU, mereka diberi materi mengenai Climbing, Rapelling, membuat Harness, dan pengenalan beberapa peralatan Climbing.
Tampak sangat antusias mengikuti materi yang diberikan, sehingga banyak dari mereka yang bertanya tentang teknik – teknik Climbing, semoga saja apa yang didapat bermanfaat bagi perkembangan Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung.
Sukses selalu!
Salam Pramuka!
(kak diez)