Kamis, 04 Agustus 2011

Pramuka SMAN 1 LUBUK BASUNG wakili KWARCAB AGAM dalam Jambore Saka Kencana 2011 Se-Sumbar



Lomba Satuan Karya Pramuka Kencana Sumbar 2011 dalam bentuk Jambore PIK-RR diadakan di bumi perkemahan Lemdadika Padang Besi, Kota Padang, pada tanggal 14 – 17 Juli 2011, dan untuk lomba kali ini sebanyak 5 orang putra dan 5 orang putri anggota Pramuka Sman 1 Lubuk Basung terpilih mewakili saka kencana Kwarcab Agam dan bergabung dengan SMAN 1 Tilatang Kamang.
Adapun mata lomba yang di pertandingkan antara lain lomba Majalah Dinding, Lomba Lawak, Lomba Pentas Seni, Lomba Tapak Perkemahan dan berbagai macam lomba lainnya, dan Alhamdulillah untuk Jambore PIK-RR tahun 2011 ini saka kencana kwarcab berhasil menggondol piala, antara lain Juara 2 Lomba Pentas Seni, Juara 3 Lomba Mading, Juara Harapan 2 Lomba Tapak Perkemahan.
semoga untuk kedepannya kita lebih bisa berprestasi lagi.
Salam Pramuka!!
(kak Diez)

Kamis, 05 Mei 2011

Catatan perjalanan : Tim Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung melakukan pendakian Gunung Singgalang (2877 Mdpl)




Gunung Singgalang adalah jenis gunung vulkanis yang tidak aktif, merupakan salah satu gunung tertinggi di Sumatera Barat dengan ketinggian 2877 Mdpl, secara geografis terletak di wilayah kabupaten Agam, dengan koordinat 0 derajat 23’ 24” S – 100 derajat 19’ 51” E, dan gunung ini juga dikiaskaan sebagai salah satu penyangga langit minangkabau, termasuk ke dalam pegunungan Tri Arga ( 3 gunung tertinggi di tanah minangkabau), selain Gunung Marapi dan Gunung Tandikek, , untuk melakukan pendakian gunung ini terdapat 3 jalur yaitu dari Koto Baru( Pandai Sikek), Balingka dan Toboh (Malalak), tapi yang biasanya banyak dilewati para pendaki adalah jalur Koto Baru (Pandai Sikek).

Jum’at, 22 April 2011
Pukul 08.00 wib, langit terihat begitu cerah, terlihat awan-awan putih tebal bergantungan dilangit, kami berkumpul dirumah salah satu Purna Ambalan (kak Sandro), dan bersiap-siap untuk packing dan check perlengkapan terakhir sebelum berangkat, setelah semuanya dirasa lengkap, tim yang terdiri dari beberapa orang purna Ambalan, partisipan dan 4 orang Anggota Aktif Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung yaiti Solikhin, Yudi, Ade, Dan Ichank, segera berangkat menuju mobil yang telah di kami pesan sebelumnya.
Kami menumpangi mobil travel sejenis Tranex, setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 2 jam dari Padang akhirnya tepat sebelum Adzan Shalat Jumat dikumandangkan, kami sampai di pasar Koto baru, setelah menitipkan barang-barang dan perlengkapan di salah satu rumah teman, beberapa anggota tim segera bergegas menuju Mesjid untuk melaksanakan Shalat Jumat.
Selesai Shalat Jumat , dan mengurus perijinan di pos pendakian, dengan menumpangi mobil bak terbuka milik petani sayur setempat, kami berangkat menuju titik start pendakian yaitu di Tower stasiun pemancar RCTI, setelah makan siang dan mengisi veples – veples kosong dengan air di Tower, seperti yang telah disepakati sebelumnya kami langsung membagi Tim menjadi 2 yaitu, Tim 1 terdiri dari Kak Diez, Kak Renol, Yudi, Solikhin “dedek”, berangkat lebih awal dari dari tim ke 2 yang tediri dari Kak Sandro, Kajon, Kak Haris, Pa’ul, Kak Dia, Kak Ifa, Ichank,dan Ade , tim 1 bertugas mendirikan tenda dan menentukan titik Camp.
Tepat pukul 15.30, tim 1 berangkat, karena cuaca yang tidak bersahabat dan hujan begitu deras, terpaksa kami harus memakai raincoat untuk melindungi tubuh kami dari hujan, tantangan pertama kami adalah melewati hutan pimpiang atau para pendaki sering menyebutnya dengan “Lubang Mancik” karena berbentuk seperi lorong yang dikiri dan kanannya ditumbuhi oleh tumbuhan pimpiang yang banyak, untuk melaluinya tak jarang anggota tim harus merunduk, merangkak bahkan merayap, karena tumbuhan ini begitu rapat, benar – benar menguji ketahanan fisik, diperjalan melewati lubang mancik tersebut kami menemukan pendaki lain yang hendak turun, yaitu 2 orang bule dan seorang Guide mereka, setelah bertegur sapa secukupnya, tim kembali melanjutkan perjalanan sampai sumber mata air pertama untuk mengambil air dan beristirahat sejenak, hujan sudah agak mulai reda, hanya gerimis yang turun.
Selepas Hutan Pimpiang kami disambut oleh hutan Montane yaitu hutan yang terdapat pada ketinggian 1200 – 1500 Mdpl spesies tanamanan yang dijumpai Pohon Berangan, Damar Minyak dan Podo, tapi hujan kembali menyapa dengan derasnya, disini jalur yang dilewati berupa tanjakan tapi tidak begitu terjal, tapi kami harus hati – hati melewatinya karena jalan yang begitu licin dan becek karena diguyur hujan, jalanan berkabut sehingga mengganggu jarak pandang, dan hambatan lainnya adalah kabel listrik yang menjuntai sampai ketanah dan juga tiang listrik yang digunakan untuk keperluan Tower pemancar TV, Provider dan Pemantau, dalam perjalanan banyak ditemukan dataran yang cukup landai bisa digunakan untuk tempat Camp.
Hari sudah beranjak malam, matahari telah tenggelam diufuk barat, cuaca tampaknya belum juga mau bersahabat dengan kami, dibawah guyuran hujan, kami masih masih melanjutkan perjalanan, tapi karena mengingat tim ke 2 yang jauh tertinggal dibelakang dan mereka pun ada 2 orang anggota cewe’, maka kami berkoordinasi dengan tim 2 melalui telepon seluler, setelah melakukan koordinasi, mengingat cuaca dan hari sudah malam juga beberapa orang anggota tim yang telah kecapekan, kami putuskan tidak melakukan Summit Attack dan memilih untuk Camp malam itu.

Sabtu, 23 April 2011
Seperti pagi kemaren matahari bersinar begitu cerah, sinarnya menembus celah – celah dedaunan, memberikan kehangatan pada setiap apa yang diterpanya, walaupun suhu udara sangat dingin, pagi ini seluruh anggota tim bangun dengan semangat, karena hari ini kami akan langsung menuju telaga dewi nan eksotis di puncak Singgalang, beberapa orang anggota tim yang kebetulan baru perdana mendaki gunung, tampaknya sudah tak sabaran lagi untuk menikmati keeksotisan telaga itu, selesai sarapan dan mempacking perlengkapan, pukul 10.00 wib, Tim 1 segera bergerak, disusul oleh tim 2, perjalanan kali ini terasa sangat menyenangkan karena cuaca sangat mendukung, hutan yang dilalui begitu lebat dan masih sangat terjaga, karena dilihat dari rapatnya kanopi pepohonan, sehingga cahaya matahari tak dapat menembusnya.
Jalur menuju cadas dan Telaga Dewi ini sudah mulai terjal, tak jarang nggota tim harus berpegangan pada akar pohon atau batang kayu agar tidak terjatuh, tapi kami sangat menikmati pendakian ini, tak jarang kami bersenda gurau selama perjalanan atau beristirahat dengan menikmati secangkir kopi untuk melepas penat dan lelah, tak terasa akhirnya sampai juga dicadas, tapi sayangnya langit berkabut, sehingga pemandangan tak terlihat, kami agak kecewa, tapi tak mengendurkan semangat tim untuk menuju telaga, medan yang dilalui dicadas sangat terjal dan juga licin, harus ekstra hati-hati karena batuan dicadas ini tidak begitu kompak.
Kurang lebih 30 menit dari cadas akhirnya tim sampai juga di Telaga Dewi yang begitu mempesona itu, langit begitu cerah sehingga permukaan telaga tersebut terlihat seperti cermin yang membentang begitu luas, Subhanallah, begitu sangat indah ciptaan-Nya, kami memutuskan untuk camp diseberang istana lumut, dekat jalur pendakian Gunung Tandikek, dan langsung memasang panji kebesaran kami yaitu Bendera Cikal pada sebuah pohon, tim beristirahat sejenak untuk mengedurkan otot-otot tubuh yang masih terasa begitu tegang sehabis perjalanan tadi, kami melanjutkan mendirikan tenda, tak lama tim 2 juga datang, kami langsung memasak, terus makan siang, lalu acara mengabadikan moment melalui kamera dipinggiran Telaga Dewi tak boleh dilewatkan begitu saja, pada malam harinya kami membuat api unggun untuk sekedar menghangatkan tubuh karena suhu udaranya sangat dingin menusuk tulang, lalu bercengkrama sambil menikmati kopi panas.

Minggu, 24 April 2011
Pukul 06.00 wib, buuur., buuurrrrr...., beberapa orang anggota tim langsung mencebur ke telaga dewi untuk berenang ditengah suhu udara yang sangat dingin pagi ini, setelah mandi langsung memasak untuk sarapan, packing, dan membersihkan arena camp, tim langsung bersiap-siap turun, untuk perjalanan turun tak ada kendala yang begitu berarti, siang harinya kami sudah sampai di tower RCTI lagi, dan menjelang maghrib kami langsung menuju Padang, sebagian menuju Lubuk Basung.
(oleh : kak Diez)

Selasa, 26 April 2011

Lambang Ambalan Harimau Campo Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung



Filosofi dari Lambang Ambalan :
1. Tunas Kelapa warna emas artinya setiap anggota ambalan adalah generasi emas yang nantinya diharapkan menjadi penerus cita2 bangsa.
2. Siluet Harimau melambangkan nama Ambalan ''Harimau Campo'' dan mempunyai ...cita2 yang tertuang dalam sandi ambalan.
3. Arah mata angin artinya setiap anggota ambalan mempunyai cita2 yang terarah dan jelas.
4. 10 bintang melambangkan Dasa Dharma Pramuka
5. Warna Merah, Kuning, Hitam merupakan warna panji kebesaran Minangkabau (marawa)
6. Warna Putih artinya setiap anggota Ambalan mempunyai hati dan jiwa yang bersih lagi suci.
(kak diez)

Anggota Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung melakukan kunjungan ke Mapala Swarna Dwipa Ungu FATERNA UNAND


Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan skill individu para anggota dan juga mempersiapkan diri mengikuti Lintas Kembara 3, maka beberapa orang anggota Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung mengadakan kunjungan ke Sektretariat Mahasiswa Pecinta Alam Swarna Dwipa Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Padang, kunjungan tersebut dilakukan pada hari Senin, 18 April 2011.
Mereka berangkat dari Lubuk Basung pada hari Minggu dengan menggunakan travel didampingi oleh Kak Doni dan Kak Dia, sampai di Padang langsung ke tempat Kak Sandro dan Kak Dia untuk istirahat, besoknya selepas Dzuhur, pukul 13.00 wib, mereka langsung berangkat menuju Sekretariat Mapala SDU Faterna UNAND, sampai disana disambut oleh beberapa orang Anggota Mapala SDU, mereka diberi materi mengenai Climbing, Rapelling, membuat Harness, dan pengenalan beberapa peralatan Climbing.
Tampak sangat antusias mengikuti materi yang diberikan, sehingga banyak dari mereka yang bertanya tentang teknik – teknik Climbing, semoga saja apa yang didapat bermanfaat bagi perkembangan Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung.
Sukses selalu!
Salam Pramuka!
(kak diez)

Senin, 21 Maret 2011

Musyawarah Ambalan Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung di adakan


Lubuk Basung - Pada hari minggu tanggal 20 Maret 2011 bertempat di Ruang Rapat lantai 2 Sman 1 Lubuk basung diadakan musyawarah ambalan Gudep 59/60 SMAN 1 LUBUK BASUNG, musyawarah ini dipimpin langsung oleh Kak Edrifa sebagai Pelatih, dan diikuti oleh beberapa purna Ambalan dan peserta didik, agenda yang dibicarakan antara lain, pemilihan Pemangku Adat, Nama Ambalan yang baru, Sandi Ambalan, Adat Ambalan, Penyusunan draft Program Kerja, sesuai dengan hasil keputusan Musyawarah tersebut nama ambalan kita yang baru adalah AMBALAN HARIMAU CAMPO,nama ini diambil karena lambang kabupaten AGAM sendiri adalah harimau campo, semoga dengan nama yang baru semoga membawa semangat baru pula.
SALAM PRAMUKA.
(KAK Diez)

Pramuka SMAN 1 LUBUK BASUNG berhasil meraih prestasi di LKPRP STKIP PGRI Padang


Padang - Pramuka SMAN 1 LUBUK BASUNG berhasil meraih prestasi tingkat Sumbar pada lomba Pramuka Tingkat Penegak (LKPRP) yang diadakan oleh RACANA PAGARUYUNG STKIP PGRI PADANG, lomba tersebut diadakan di bumi perkemahan padang besi, Padang, selama 5 hari, dari tanggal 23 - 27 Februari 2011, terdiri dari 7 mata lomba yaitu Lomba PBB, Lomba Cerdas Tangkas, Lomba Pionering, Lomba Tapak Perkemahan, Lomba Hasta Karya, Lomba Pentas Seni Minangkabau, dan Lomba MTQ, dan diikuti kurang lebih 800 orang paserta.
Dari semua mata lomba Pramuka SMAN 1 LUBUK BASUNG, berhasil meraih Juara 1 Lomba Pentas Seni Minang Kabau, Juara 3 Lomba Pionering, dan Juara 3 Lomba Tapak Perkemahan, dengan prestasi ini tentu akan jadi pemicu semangat untuk lebih berprestasi pada lomba - lomba selanjutnya...,
Gudep Harimau Campo..., ndak do cito!!!
(kak diez)

Sabtu, 28 Agustus 2010

Pesan terakhir Lord Robert Baden Powel


Pandu-pandu sedunia yang tercinta! Sebelum akhir hayatku
kian mendekat, tak ada salahnya aku berpesan kepada kalian sebagai tanda
perpisahan dariku untuk selama-lamanya sebelum meninggalkan semuanya….

Ini merupakan pesanku yang terakhir,
camkanlah baik-baik dalam hatimu. Cita-citaku sebagian sudah tercapai sehingga
dapat dipetik hasilnya. Sebagian lagi yang belum tercapai mudah-mudahan oleh
kalian bisa diteruskan sehingga bisa bermanfaat buat hidupmu.

Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pemurah
lagi Maha Penyayang. Jika kalian meneliti alam sekeliling ciptaan Tuhan,
niscaya akan menyadari bahwa sesungguhnya hidup ini penuh dengan keajaiban yang
dapat menimbulkan kebaikan dan keindahan bagi kita. Lebih baik kita mengamati
dan menikmati segala macam yang kita anggap baik dan indah daripada kita selalu
mencari-cari hal yang jelek.

Keinginan tiada lain, berusahalah
kalian agar kelak bila saatnya tiba untuk mengembuskan napas terakhir harus
dalam keadaan bahagia dan puas. Oleh karena itu, selama hidup di dunia
gunakanlah waktumu sebaik-baiknya. Berikhtiarlah terus dengan penuh optimistis
untuk mencari kebahagiaan di atas dunia ini.

Itu semua sudah tercantum dalam
pegangan hidup kita berupa Janji Pandu (Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka).
Sekali kita mengucapkan Sumpah Setya, maka seumur hidup akan tetap seorang
pandu.

Tuhan akan memberikan
perlindunganNya bila kita senantiasa berusaha dengan niat suci dan ikhlas.
Salam terakhir dari sahabatmu.