Senin, 03 Oktober 2011

Pramuka SMAN 1 LUBUK BASUNG, sukses rebut 2 trophy pada Lomba Pramuka Penegak se Sumatera "FIESTA 25 UNAND 2011"


Ambalan Harimau Campo, Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung, meraih prestasi regional dalam lomba Pramuka Penegak Se- Sumatera, dengan meraih dua Trophy, yaitu Juara 2 Lomba Cross Country dan Juara 3 Lomba Pentas Seni, pada ajang lomba yang bertajuk “Festival Swarna Dwipa Tahunan ke 25 tahun 2011” Atau FIESTA 25 PRAMUKA UNAND 2011 yang berlangsung pada tanggal 28 September hingga 2 Oktober 2011, Sementara itu, untuk Juara Umum sendiri diraih oleh Pramuka SMAN 1 Pelepat Hilir, Provinsi Jambi dan berhak mendapat Trophy bergilir Fiesta.

Tim Pramuka Ambalan Harimau Campo yang terdiri atas 10 orang putera dan 11 orang puteri, serta didampingi oleh 4 orang Pembina, dan beberapa orang Purna Ambalan, sedangkan lomba yang di pertandingkan ada 5 cabang yaitu, Lomba Cross Country, Lomba PBB, Lomba Pionering, Lomba Asah Terampil, dan Lomba Fun Cooking, prestasi yang diperoleh tersebut tidak terlepas dari doa dan dukungan berbagai pihak, mulai dari Pihak Sekolah, para Pembina, Guru-Guru, orangtua, Purna Ambalan dan semua pihak yang terkait, karena prestasi yang ditorehkan untuk Lomba FIESTA sekarang lebih baik daripada prestasi lomba FIESTA tahun 2008, karena pada waktu itu tak satupun Trophy pun yang bisa mereka bawa pulang.

Kita berharap ke depannya Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung terus mengukir prestasi yang gemilang, baik Lomba pada tingkat daerah, regional, maupun nasional.
Sementara itu, Prestasi gemilang juga pernah ditorehkan Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung pada Lomba Penegak Se Sumbar yang diselenggarakan STKIP PGRI Padang, pada pertengahan Februari 2011 silam.
HARIMAU CAMPO!!! NDAK DO CITO!!!
(Kak Diez)

Kamis, 11 Agustus 2011

Perlengkapan Camping




Perlengkapan Camping

1. Ransel, gunakan ransel yang ringan dan anti air.
2. Pakaian perjalanan; bawalah pakaian dengan bahan yang kuat dan mempunyai banyak kantong.
3. Pakaian tidur; selain training pack, dan perlengkapan sholat.
4. Jaket tebal, dari bahan nilon berlapis kain dan berponco.
5. Kantung tidur (sleeping bag) dan alas tidur (matras).
6. Pakaian cadangan; masukan dalam plastic.
7. Peralatan makan; piring, sendok, garpu, gelas/mug, tempat air (veples).
8. Peralatan mandi; sabun, sikat gigi, pasta gigi, sandal, handuk.
9. Peralatan masak; nesting, kompor spritus, kompor paraffin, trangia.
10. Sepatu; gunakan sepatu yang menutupi mata kaki.
11. Kaos kaki; membawa cadangan kaos kaki dan simpan dalam plastic.
12. Sarung tangan; untuk pelindung dan penahan dingin.
13. Topi lapangan.
14. Senter; dan baterai cadangan selain utuk penerangan, berguna juga untuk memberi isyarat.
15. Peluit; berguna untuk berkomunikasi.
16. Korek api; baik itu korek api gas atau korek api kayu dan simpan dalam tabung bekas film atau tabung bekas supradin?cdr agar aman.
17. Ponco; berguna untuk jas hujan, tenda darurat (bivak), alat tidur dan lain-lain. Jika tidak ada ponco, bawalah plastic tebal.
18. Obat-obatan pribadi.
19. Tenda.
20. Golok Tebas

Pertolongan Pertama Gawat Darurat (P2GD)



Pengertian P2GD

P2GD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) ialah suatu usaha untuk mencegah akibat suatu kecelakaan menjadi berakibat lanjutan yang lebih parah. Jadi tindakan P2GD bukanlah semata-mata berarti memberikan pengobatan hingga selesai.
Pengetahuan P2GD akan sangat penting kepada para penggiat alam bebas. Karena kegiatan di alam terbuka, di dalam situasi apapun, selalu mengandung resiko mengalami berbagai macam kecelakaan, tergantung kepada jenis kegiatan yang dilakukan.
Dalam melakukan P2GD perlu memperhatikan hal pokok berikut ini :
1. Jangan panik
2. Perhatikan pernafasan korban
3. Hentkan pendarahan
4. Perhatikan tanda shock dan patah tulang
5. Jangan berikan makanan dan minuman pada korban yang tidak sadar
6. Jangan memindahkan korban sebelum mengetahui dengan pasti apa saja yang diderita oleh korban


Adapun tanda-tanda vital yang harus segera di cek terhadap korban adalah :
1. Mendengar denyut jantung
Pada anak dan laki-laki dewasa, letakan telinga kita pada dada kiri tengah. Pada wanita dewasa, dengarkan di bawah payudara kiri. Denyut jantung normal berkisar antara 70-80 denyutan per menit. Pada anak-anak denyut jantung akan lebih cepat.
2. Meraba denyut nadi
Cara ini dapat dilakukan dengan cara meletakan jari telunjuk, tengah dan manis pada pergelangan tangan. Bila tidak terasa , raba pada samping kiri dan kanan leher. Bila sudah terasa, hitunglah jumlah denyutannya selama 15 detik, kemudian kalikan 4 untuk perhitungan satu menit.
Denyut nadi yang normal untuk :
a) Laki-laki : 54-70 denyutan per menit
b) Perempuan : 75-80 denyutan per menit
c) Anak-anak : 82-180 denyutan per menit
3. Memeriksa pernafasan
Memeriksa pernafasan dilakukan dengan cara mendekatkan punggung tangan atau pipi ke hidung korban. Rasakan adakah aliran udara dari hidungnya. Supaya lebih terasa, punggung tangan dapat dibasahi terlebih dahulu oleh air atau alkohol.
Agar cedera korban tidak tambah parah, tunggu sampai orang yang ahli datang karena penanganan yang ceroboh dapat memperparah cedera. Misalnya tulang yang patah dapat merobek pembuluh darah dan menyebabkan pendarahan hebat. Pilihlah teknik yang sesuai dengan kondisi cedera, jumlah tenaga penolong, ukuran tubuh korban, dan rute yang akan dilewati.

Prinsip-Prinsip dalam mengangkat

* Berdiri dengan kedua kaki sedikit merenggang.
* Tegakkan punggung dan bengkokkan lutut.
* Jaga keseimbangan tubuh
* Gunakan tumpuan kaki (paha) untuk mengangkat

Gangguan Kesehatan di Alam Bebas dan Pertolongannya

A. Gangguan Umum

Pada umumnya gangguan kesehatanterhadap alat tibuh yang fital seperti susunan pernafasan, susunan syaraf pusat dan sistem peredaran darah, tidak berdiri sendiri. Tetapi berhubungan antara satu dengan yang lainya. Karena sistem alat tubuh merupakan sistem alat kerja yang terkait. Berikut beberapa keadaan yang merupakan keterkaitan gangguan tersebut :

1. Pingsan
Pingsan bisa ditimbuikan oleh berbagai sebab. Antara lain karena berdiri di terik matahari, perut kosong, kurang darah, kelelahan, ketakutan, terkena benturan, dan sebagainya. Pingsan yang disebabkan oleh hal yang urnum bisa ditangani dengan prinsip membaringkan penderila di tempat yang teduh dan datar dengan kepala lebih rendah dari bagian tubuh lainnya. Kendorkan pakalan yang ketat; atau yang menekan bagian-bagian tubuh. Kompreslah kopala dengan air dingin dan rangsanglah dengan bebauan. Bila penderita muntah, letakan kepalanya dalam kedudukan miring.

2. Syok
Syok adalah keadaan dimana sistem peredaran dalam tubuh terganggu, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan akan oksigen dan bahan lain yang dibutuhkan,Gejala yang tampak pada penderita syok adalah :
a) Kesadaran menurun,
b) Korban gelisah atau diam,
c) Kulit terasa dingin, lembab dan pucat
d) Bibir korban teriihat pucat
e) Ada keluhan haus
f) Korban merasa mual
g) Terlihat lemah
h) Mengantuk
i) Mata terlihat hampa, tidak bercahaya dan manik mata rnulai melebar
j) Pernafasan tidak teratur dan cepat (lebih dari 140 kali/menit), kemudian melemah, lambat dan menghilang

Prinsip tindakan penanganan:
1. Baringkan korban dengan kepala lebih rendah dari bagian tubun lainnya, kecuali syok disebabkan oleh geger otak atau patah tulang kepala.
2. Tarik lidah korban keluar, bersihkan mulut dan hidung dari sumbatan.
3. Selimuti tubuh korban.
4. Hentikan pendarahan, bila ada.
5. Perhatikan penyebab syok (pertolongan penyebab yang mungkin dilakukan sebelum membawa korban ke rumah sakit).


3. Kejang
Kejang adalah keadaan dimana olot-otot dalam keadaan kontraksi mendadak secara terus menerus di luar kesadaran dan kebiasan normal. Penyebab kejang otot :
a) Adanya rangsangan yang kuat dan lama, baik fisik maupun psikis (ancaman, rasa ngeri, dan lain-lain).
b) Kehabisan tenaga, misalnya orang yang bekerja di luar batas kemampuan, tanpa istirahat cukup.
c) Aliran darah yang tidak mencukupi, baik pada bagian-bagian tubuh lokal akibat sumbatan, penyempitan atau tekanan pada pembuluh darah, maupun secara keseluruhan, misalnya tubuh mengalami kekurangan darah akibat pendarahan atau anemia.
Pertolongan terhadap orang yang keiang akibat kelelahan (kram) dapat dilakukan dengan memijat otot yang kram tersebut. Dan kemudian dapal diberi minuman air yang mengandung garam (misalnya oralit). Air garam ini dapat diminum sebelum, selama, maupun sesudah melakukan kegiatan yang menguras tenaga.

4. Pendarahan

Pendarahan yang terus menerus dapat menimbulkan syok, karena kehilangan banyak darah. Unluk itu pendarahan harus segera dihentikan. Penghentian pendarahan dapat dilakukan dengan :
a. Memberi tekanan langsung di tempat pendarahan dengan setumpuk kassa steril, balut dan tekan. Dan letakkan bagian yang luka lebih tinggi dari jantung.
b. Memberi tekanan pada tempat-tempat tertentu dengan prinsip memberi aliran ke luka yaknl denqan memberi penekanan pada pembuluh nadi yang mengaliri darah ke luka. Hal ini bisa ditempuh melalui penekanan dengan jari pada pembuluh nadi kecil, atau dengan tourniquet pada pembuluh nadi besar misal pada paha dan lengan atas. Pada pasien yang diberi tourniquet, setiap 10 menil tourniquet harus dikendorkan tiap 30 detik. Yang penting sambil melakukan penanganan itu semua kita harus memantau tanda-tanda adanya syok.

5.Luka

a. Luka tertutup
Luka tertutup adalah luka dimana kulit korban tetap utuh. Terjadi karena trauma benda tumpul yang membuat kerusakan pada jaringan dibawah kulit. Perlukaan semacam ini tampak sebagai benjolan (benjut, contusio), atau bila disertai pendarahan dari luar akan nampak kebiru-biruan (hematoma). Tindakan perlolongan yang dapat dilakukan pada jenis luka ini adalah dengan di kompres dengan es atau air dingin dan kalau perlu diberi balut penekan. Pembengkakan sebaiknya diberi salep lasonil, dioleskan tebal ditempat terjadinya pembengkakan. Jika luka telah menjadi hematoma, kompreslah dengan air hangat.
b. luka terbuka
Tindakan yang periu dilakukan untuk mengatasi luka terbuka adalah sebagai berikut :
- Luka lecet : bersihkan dengan diberi desinfektan, tutup luka dengan kassa steril yang bersih dan kering.
- Luka iris : bersihkan luka oengan antiseptik dan di plester, diusahakan tepi luka tertutup. Pada luka besar biasanya digunakan kassa steril.
- Luka tusuk : perlu .diperhatikan letak luka terutama bila mengenai alat-alat dalam. Tutup luka dengan kassa steril yang dibasahi dengan cairan steril, gunakan Snelverband. Bila luka tusuk mengenai perut. Jangan diberi minum maupun makanan apapun. Cukup basahi mulut korban dengan air, dan sacepatnya dibawa ke rumah sakit.
- Luka hancur : pasang tpumiauet pada baian luka.

6. Patah Tulang
Pokok-pokok penanganan patah tulang adalah :
a. Pertolongan pertama, mengatasi keadaan darurat, dengan menghentikan pendarahan, mengatasi syok, menghilangkan penghalang pemafasan.
b. Immobilisasi
Immobilisasi dilakukan untuk membatasi gurak pada bagian tubuh dimana patah tulang terjadi, sehingga mencegah tertusuknya otot dan kulit oleh fragman tulang, dan juga mengurangi rasa sakit. Tindakan immobilisasi dilakukan dengan memasangkan bidai pada bagian dicurigai mengalami palah tulang. |
Secepatnya pasien paiah tulang dibawa ke rumah sakit, usahakan gerakan penderita seminimal mungkin. Jangan dilakukan reposisi oleh selain petugas medis.

7. Dislokasi

Dislokasi adalah terlepasnya sebuah sendi dari tempat yang seharusnya. Pokok penanganan poda kasus dislokasi adalah reposis secepatnya. Bila merasa tidak yakin terhadap tindakan reposisi yang dilakukan, misalnya karena takut memperparah kondisi korban, lakukan immobilisasi secepatnya dan bawa pasien ke rumah sakit.
a. Dislokasi rahang
Rahang ditekan ke bawah dengan kedua ibu jari yang telah dibalut. Ibu jari diletakan di bagian geraham yang paling belakang. Tekanan ini harus mantap tetapi pelan-pelan. Dengan itu jari-jari lain mengangkat dagu keatas.
b. Dislokasi jari
Tarik ujung jari kuat-kuat tetapi tidak disentakkan. Sambil menarik, sendi yang terlepas ditekan dengan ibu jari dan telunjuk sampai kembali letaknya.

8.Luka bakar

Terpenting dalam pertolongan pertama pada luka bakar adalah segera membebaskan korban dari sumber luka bakar kemudian mengatasi nyeri. Terbakarnya permukaan tubuh membuat sensasi nyeri yang sangat hebat, terutama pada luka bakar yang tidak terlalu dalam, sehingga syaraf-syaraf nyeri banyak mengalami rangsangan. Selain itu juga perlu mendapat perhatian sumber penyebab luka bakar itu apa? Api dan air/ uap panas sangat berbeda, begitu juga dengan lokasi tubuh yang terbakar. Sangat berbahaya adalah mengirup uap panas, hal ini akan segera menyebabkan udema jaringan saluran napas, sehingga terjadi obstruksi saluran napas.
Mengurangi perasaan nyeri yang paling ideal adalah air bersih yang dingin. Seringkali terjadi kesalahan dalam penanganan luka bakar pada tahapan ini. Penggunaan bahan selain air bersih merupakan hal yang sangat tidak menguntungkan bagi korban, karena selain air yang bersih dapat menyebabkan semakin kotornya permukaan luka, mempersulit pembersihannya pada saatnya nanti dan dapat menambah rangsangan nyeri itu sendiri. Kalau memungkinkan berikanlah siraman air mengalir.

B. Mountain Rescue

1. Henti nafas dan Cardiac Arrest
Gangguan susunan pernafasan ditandai dengan frekuensi pernafasan yang berupa kesulltan bematas sampai tidak bemafas. Gangguan ini disebabkan oleh tersumbatnya jalan nafas, lemah atau kejang olot-otot pernafasan, menghisap asap atau gas beracun. Gangguan pernafasan yang disertai gangguan kesadaran merupakan keadaan gawat. Bila dalam lima menit korban tidak dapat benafas, maka tubuhnya akan kekurangan oksigen. Akibal selanjutnya dapat terjadi gangguan pada fungsi otak dan jantung. Tindakan pertolongan pada korban gangguan pernafasan adalah dengan memberikan pernafasan buatan dan bila terdapat gangguan peredaran darah dapat dilakukan pijat jantung luar.
Ada beberapa cara pemberian pernafasan buatan dan pijat jantung luar, yaitu :
a. Metode pernafasan buatan Holger-Nielsen
b. Metode Silvester
c. Metode pernafasan buatan dari mulut ke mulut:
- Terlentangkan korban, angkat lehernya, sehingga kepalanya terdorong ke belakang.
- Buka mulut korban dan bersihkan dari kotoran.
- Letakan mulut penolong pada mulut korban sambil memijit-mijit hidung korban.
- Tiup kuat-kuat ke dalam saluran pernafasan penderita, selanjutnya angkatlah mulut penolong agar udara dapat keluar dari mulut atau hidung korban.
- Periksa denyut nadi korban, lakukan pernasan buatan hingga korban dapat bernafas sendiri.


2. Gigitan Binatang Buas
a. Gigitan Kelelawar
Harus diingat bahwa kelelawar dapat membawa kuman rabies, maka dari itu basuhlah luka dengan air yang mengalir dan antiseptik. Selanjutnya lakukan seperti luka pada umumnya.
a. Gigitan Lipan,Rasa terbakar, pegal, dan sakit akibat gigitan lipan biasanya akan hilang setelah 4 – 6 jam. Namun dapat juga diberi obat penghilang rasa sakit dan dikompres dengan air dingin dan antiseptik.

b. Gigitan Lintah,Gigitan lintah mengandung zat anti koagulsi, pada orang yang peka dapat menimbulkan bengkak dan gatal. Penanganannya dapat diberi air tembakau, dan pada korban yang peka dapat diberikan obat anti gatal.
C Gigitan Ular,Bekas gigitan ular akan memberikan indikasi tentang jenis ular yang menggigitnya.
Tindakan pertolongan :
1. Baringkan penderita dengan bagian luka lebih rendah dari jantung.
2. Kenakan tourniquet, kecuali pada gigitan ular sendok.
3. Penyakit Gunung (Mounlain Sickness)
Semakin tinggi suatu daerah, semakin tipis kadar oksigennya. Ini mempengaruhi aktivitas si pendaki. Kapasitas kerja fisik akan menurun. Memang tidak semua pendaki gunung akan mengalami hal yang sarna karena pengaruh kekurangan oksigen ini, tergantung pada rnasing-masing individu terutama kesegaran jasmaninya. Ada pendaki yang sudah terkena pengaruh pada ketinggian 2000 m, tetapi ada yang baru merasakannya pada ketinggian 4000 m atau lebih.
Pendaki yang terkena hipoksia ini akan memperiihatkan gejala-gejala yang disebut penyakit gunung. Biasanya gejala ini muncul karena si pendaki terialu cepat mencapai suatu ketinggian. Munculnyapun setelah beberapa jam si pendaki akan mencapai keiinggian itu.
Gejala-gejala penyakit gunung : pusing, napas sesak, tidak nafsu makan, mual, muntah, kedinginan, badan lerasa lemas. perasaan malas sekali, janlung berdenyut lebih cepat, dan sakit kepala. Selanjutnya penderita tidak dapat tidur, muka pucat, kuku dan bibir terlihat kebiru-biruan.
Pada umumnya gejala ini akan menghilang selelah beristirahat, yaitu setelah 24 - 48 jam kemudian. Karena itu penderila penyakit gunung dianjurkan untuk beristirahat agar kebutuhan oksigen dapat dikurangi. Tetapi kalau usaha ini tidak berhasil, maka pertolongan yang tepat adalah menurunkan korban dari ketinggian itu. Keseluruhan gejala itu umumnya akan berkurang apabila ketinggian dikurangi sampai sekitar 500 - 600 m dari tempat semula korban berada.

4. Hipothermia

Di Indonesia, kecelakaan akibat kecelakaan di gunung dan rimba kebanyakan karena eksposur (kehilangan panas badan), diantaranya yang terkenal adalah hipothermia (menurunnya suhu tubuh). Masalahnya ternyata bukan karena udara yang terlalu dingin, tetapi karena si penderita itu basah terkena hujan.
Pakaian yang basah mengurangi nilai insulasi (kemampuan untuk mempertahankan panas tubuh) hingga 90 %. Daya tahan tubuh yang buruk dan kurangnya periengkapan mengakibatkan suhu tubuh terus menurun hingga akibatnya menyebabkan kematian.
Orang yang terkena hipothermia akan merasakan kebalikan dari suhu tubuhnya, yaitu rasa panas, sehingga kebanyakan akan langsung menanggalkan pakaiannya.
Pertolongan untuk menangani hipothermia :

1.Jangan biarkan korban tidur, karena hal ini dapat membuat korban kehilangan kesadaran, sehingga tidak dapat lagi menghangatkan tubuhnya. Menggigil adalah usaha tubuh untuk tetap hangat, karena itu jangan biarkan untuk tidur dan biarkan menggigil.
2. Beri minuman hangat dan manis kepada korban.
3. Kalau tersedia baju kering, lepaskan baju basah yang dipakainya, dan gantilah dengan baju kering
4. Usahakan untuk mencari lempat yang aman dari hembusan angin, misalnya dengan mendirikan tenda atau pelindung.
5. Jangan baringkan korban ke tanah, usahakan agar memakai alas yang kering dan hangat.
6. Masukkan korban ke dalam kantung tidur. Usahakan agar kantung tidur itu dihangatkan terlebih dahulu oleh orang yang sehat, yaitu dengan masuk teriebih dahulu ke kantong tidur tersebut. Orang tersebut sebaiknya hanya memakai celana dalam atau bahkan telanjang, ini penting agar panas badannya dapat menghangatkan kantung tidur itu dengan cepat. Kemudian letakkan botol berisi air hangat (bukan panas) ke dalam kantong tidur untuk membantu memanaskan kantung tidur. Kalau kantong tidur tersedia cukup lebar, maka panas badan orang yang masih sehat dapat rnembantu korban secara langsung, yaitu dengan tidur berdampingan dalam satu kantong tidur. Keduanya sebaiknya telanjang, karena kontak langsung kulit ke kulit akan cepat menghangatkan korban.
7. Kalau bisa buatlah api di sekitar (di kedua sisi) korban.
8. Setelah korban sadar, berikan makanan yang manis-manis, karena karbohidrat merupakan bahan bakar yang cepat sekali menghasilkan panas dan tenaga.


5. Hiperthermia
Rasa panas yang borlebihan disebut lejar panas (heat exhaustion) dapat dialami seseoraing karena keadaan alam yang panas atau karena fisiknya yang lemah. Keadaan ini menyebabkan urat-urat darah dl bawah kulit mengembang, sehlngga alian darah ke otak dan organ pentng lalnnya akan berkurang. TImbul gejala-gelala mual, pusing, haus, sakit kepala, kulit lembab dan dingin, tidak sadar diri dan mungkin denyut nadi terasa kuat.
Akiimatisasi terhadap panas yang kurang menyebabkan terjadinya dehidrasi atau kekurangan garam dalam tubuh. Hal Ini menyebabkan seseorang peka sekali terhadap rasa panas. Untuk mengatasi hal ini korban harus beristirahat dl tempat yang teduh, lalu diberi minuman air dengan air yang diberi oralit.
Terik matahari dapat membuat rasa panas yang luar biasa, sohingga timbul gejala sengatan panas (heat stroke), yaitu muka merah dan panas, denyut urat nadi cepat, sakit kepala, lemah dan malas. Hal Ini disebabkan karena kegagalan tubuh dalam proses berkeringat dan mekanlsme pengaturan nafas badan. Kalau gejala-gejala ini muncul, ini merupakan masalah serius yang membutuhkan penanganan yang secepatnya. Tempatkan segera korban di tempat yang sejuk, lalu dinginkan dengan cara merendamkan kepalanya dengan air alau dikompirea. Segera berikan air dingin secara terus menerus hingga suhu korban normal kembali.

6. Radang Dingin (Frosbite)

Salah satu cara tubuh untuk rrempertahankan panas adalah dengan penyempitan pembuluh darah kulit. Mekanisme ini menyebabkan aliran darah ke permukaan kulit berkurang, karena sebagian besar darah mengalir ke organ inti tubuh. Karena tangan dan kaki merupakan organ yang paling jauh dari jantung, maka pengaruh udara dingin sangat terasa di bagian ini. Demikian juga dengan hidung dan kuping, walaupun menerima suplai darah yang banyak, tetapi bentuknya yang menonjol sehingga cukup cepat menerima pengaruh dingin.
Udara yang sangat dingin dapat rnempengaiuhi otot sehingga menyulitkan koordinasi tubuh. Kalau ini terjadi, maka korban akan kesulitan malakukan kegiatan, seperti menyalakan korek api, membuat simpul, memegang benda kecil. Kalau temperatur kulit menurun di bawah 10° C, sentuhan dan rasa sakit tidak lagi terasa. Begitu suhu menurun lagi, penyakit radang dingin akan timbul, akibat membekunya air di dalam sel diantara kulit dan kapiler (pembuluh darah terkecil).
Gejala-gejala radang dingin :
1. Kulit pucat, berwarna keabu-abuan.
2. Kulit di bagian yang sakit akan mengeras dan membeku kemudian timbul rasa sakit, kemudian mereda.
3. Pembekuan mulai menjalar ke bagian-bagian tubuh lainnya, sehingga untuk mencegah penyebaran pembekuan perlu melakukan pemotongan bagian tubuh (amputasi).


Cara terbaik untuk menghindari radang dingin, adalah dengan pencegahan. Perlengkapan penahan dingin yang baik harus diperhatikan, terutama di gunung es, misalnya dengan kaus kaki wol, mitten, down jacket, double mountain boot, dan lain-lain.
Penanggulangan radang dingin adalah :

1. Lakukan gerakan-gerakan pada bagian tubuh yang terasa, jangan menggosok-gosoknya. Gosokan hanya akan merusak jaringan kulit.
2. Hindari merokok dan minum alkohol selama mengalami radang dingin. Rokok akan menyempitkan pembuluh darah kulit sehingga menambah kemungkinan radang dingin. Sedangkan alkohol akan membuat darah bergerak lebih cepat, sehingga apabila darah membeku akan terjadi pembekuan suhu tubuh secara menyeluruh.
3. Bungkus bagian yang membeku dengan jaket atau kantung tidur, lalu jepit di bagian tubuh yang hangat (ketiak, selangkangan).
4. Masukan korban ke tenda
5. Masukan bagian tubuh yang beku ke dalam air hangat (tidak panas, karena panas air atau api yang berlebihan hanya akan merusak pada jaringan kulit).
(dari berbagai sumber)
oleh : kak diez

Kesehatan perjalanan



1. Pengertian Kesehatan Perjalanan
Kesehatan perjalanan dapat diartikan sebagai hal-hal yang mencakup keadaan kesehatan pada waktu melakukan perjalanan. Tujuannya adalah untuk mencapai keadaan sesehat-sehatnya selama dan sesudah melakukan perjalanan
Faktor fisik, mental, dan daya tahan tubuh merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan untuk melakukan sebuah perjalanan. Untuk mencapai keadaan yang baik dalam melakukan sebuah perjalanan, dibutuhkan pengetahuan-pengetahuan yang mendukung, yaitu :
1. Pengetahuan Tentang Kesehatan Perjalanan
Sebelum kita melakukan perjalanan, kita harus sudah dapat mengetahui resiko apa saja yang mungkin akan dihadapi di dalam perjalanan. Jenis penyakit atau kecelakaan setidaknya sudah diperkirakan, kita dapat melakukan persiapan perjalanan lebih matang lagi.
2. Pengetahuan Tentang Perlengkapan Perjalanan
Perlengkapan dan perbekalan yang akan dibawa di dalam suatu perjalanan, haruslah seefektif mungkin. Jangan sampai ada perlengkapan atau perbekalan yang benar-benar tidak berguna di dalam sebuah perjalanan, sehingga hanya merepotkan perjalanan kita saja.
3. 3. Pengetahuan Tentang P2GD
Dengan mempersiapkan pengetahuan dan peralatan P2GD, diharapkan kita dapat mengatasi kesulitan selama perjalanan.
2. Faktor Pendukung Kesehatan Perjalanan
Keberhasilan perjalanan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
1. Persiapan Fisik
Fisik yang menunjang dalam kegiatan alam bebas memang tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Latihan fisik harus dilakukan secara teratur dan intensif dengan intensitas yang terukur. Karena tanpa kondisi fisik yang memadai, penggiat alam bebas tidak akan dapat melakukan kegiatannya dengan aman.
Untuk mengkontrol tingkat kebugaran fisik dapat dilakukan dengan menghitung denyut nadi setelah melakukan latihan fisik. Cara menghitungnya adalah dengan menjumlahkan denyut nadi yang dihitung selama 6 detik setelah latihan selesai, kemudian jumlahnya dikalikan 10 untuk mendapatkan denyut nadi maksimal dalam 1 menit.
2. Persiapan Mental
Faktor mental adalah faktor yang menyeimbangkan faktor fisik sehingga tujuan perjalanan kita dapat berjalan sesuai rencana. Latihan fisik yang baik akan membantu mengembangkan mental, rasa percaya diri, dan kepekaan.
Motivasi yang baik akan dapat pula meningkatkan mental. Kegiatan yang memakai tenaga fisik secara berlebihan sebaiknya dihindari. Terutama bagi seseorang yang pernah memiliki penyakit yang berhubungan dengan fungsi susunan syaraf pusat, seperti epilepsi (ayan), gangguan kejiwaan, dan cedera kepala berat.
(dari berbagai sumber)
oleh : Kak Diez

TATA CARA MUSYAWARAH AMBALAN/RACANA



Musyawarah Ambalan/ Racana merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan dalam memberikan dan menanamkan nilai kebersamaan, rasa memiliki, kedisiplinan dan permusyawaratan suatu ambalan/ racana. Dalam melaksanakan musyawarah ambalan banyak dilakukan berbagai macam cara dengan yang paling sederhana.

Berikut ini merupakan salah satu contoh bentuk musyawarah ambalan/ racana yang dilaksanakan dalam upaya memberikan nilai pendidikan suatu organisasi yang positif , sesuai dengan tujuan, harapan dan aspirasi para anggota ambalan/ racana. Dengan demikian para anggota pramuka akan mempu mengelola dan menyelenggarakan sistem manajemen di ambalan/ racana dengan baik.


a. Pengertian.

Musyawarah merupakan forum tertinggi dalam menetapkan suatu kebijakan dan keputusan oleh suatu Ambalan/ Racana. Muyawarah ambalan/ Racana dilaksanakan 1 (satu ) tahun sekali sesuai dengan masa baktinya.


b. Acara Musyawarah.

Dalam menyelenggarajkan musyawarah Ambalan / Racana maka perlu menetapkan agenda pokok musyawarah tersebut antara lain :

1. Mendengarkan dan menanggapi laporan pertanggungjawaban pengurus Ambalan/ Racana masa bakti pengurus lama.

2. Evaluasi Program kerja yang telah dilaksanakan

3. Menyusun Rencana/ Program kerja untuk masa bakti yang akan datang.

4. Pemilihan Pengurus Ambalan/ Racana masa bakti yang akan datang.


c. Peserta Musyawarah.

Ambalan/ Racana sebelum menyelenggarakan musyawarah harus menetapkan siapa saja yang berhak mengikuti kegiatan tersebut :

1. Pengurus Ambalan / Racana.

2. Para Pemimpin / wakil pemimpin Sangga/ Reka / anggota

3. Pembina Penegak/ Pandega sebagai konsultan/ Penasehat



d. Pelaksanaan Musyawarah.


A. Sidang Pendahuluan.

Dalam melaksanakan musyawarah. peserta sebelumnya menentukan siapakah yang akan memimpin dalam sidang Pendahuluan. Biasanya dalam sidang ini dipimpin oleh Pradana/ Ketua Racana atau pengurus lainnya yang ditunjuk.

Dalam sidang Pendahuluan memiliki agenda acara :

- Menetapkan tata tertib dan agenda acara.

- Memilih dan menetapkan pimpinan Sidang- sidang selanjutnya/ bisa membentuk semacam Presidium. ( Biasanya dipilih 3 orang. Terdiri 1 orang ketua dan 2 orang anggota )

B. Persidangan.

1. Rapat Pleno. ( Pertama )

Dalam rapat ini dipimpin oleh pimpinan sidang yang telah ditetapkan/ Presidium.

Agenda acaranya :

- Mendengarkan laporan Pertanggungjawaban Pradana/ Ketua Racana / Pengurus ambalan selama masa baktinya.

- Melakukan Evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan.

- Mensyahkan laporan Pertanggungjawaban Ambalan/ Racana lama.


2. Rapat Pleno ( Kedua )

Dalam Sidang Pleno ini membahas antara lain :

1. Pembagian Bidang – bidang/ komisi yang dibentuk untuk menyusun rencana/ program kerja.

2. Melaksanakan Rapat – Rapat komisi / masing masing bidang

Bidang/ komisi tersebut misalnya dapat terdiri dari :

a. Komisi Organi sasi dan keuangan.

Membicarakan struktur pengurus / Dewan yang akan dibentuk disesuikan dengan kebutuhan. Termasuk didalamnya Dewan Kehornatan. Dalam komisi ini juga menetapkan tata cara pemilihan Pradana dan pengurus Dewan ambalan/ Ketua Racana dan pengurus Dewan Racana.

Menetapkan sistem administrasi dan besarnya iuran anggota dll.

b. Komisi Kegiatan.

Yaitu menyusun rencana / program kerja yang akan datang. Bentuk kegiatan maupun latihan rutin yang akan dilaksanakan.

c. Komisi Adat / sandi / pusaka Ambalam – Racana.

Di komisi ini biasanya membicarakan peninjauan kembali Adat/ Sandi / Pusaka Ambalan/ Racana apakah masih relevan dan sesuai dengan perkembangan di lingkungan Ambalan/ Racana.


3. Rapat Pleno ( Ketiga )

Di sidang ini berisi agenda acara antara lain :

a. Mendengarkan dan menanggapi laporan hasil rapat komisi/ masing –masing bidang.

b. Mensyahkan hasil rapat dari masing masing bidang/ komisi.

c. Membentuk tim Perumus. Tim Perumus ini bertugas menyusun seluruh hasil keputusan dari rapat- rapat komisi.

d. Mengadakan Pemilihan Pengurus Ambalan/ Racana setelah mendengarkan hasil dari rapat tim perumus sub komisi organisasi/ keuangan.

Dalam Pemilihan Pengurus Dewan Ambalan/ Racana dapat dilakukan berbagai macam cara misalnya :

- Pemilihan secara langsung Pradana/ Ketua Racana dan dilanjutkan dengan melengkapi susunan pengurusnya.

- Pemilihan secara langsung Pradana/ Ketua Racana dan membentuk tim formatur. Tim Formatur adalah tim yang bertugas menyusun pengurus dengan masa tugas dan jangka waktu tertentu. Tim Formatur ini dipimpin oleh Pradana / Ketua Racana Terpilih.

- Pemilihan seluruh pengurus dewan ambalan/ racana diserahkan kepada tim Formatur.

- Pemilihan secara langsung Pradana/ Ketua Racana dilaksanakan dalam waktu tertentu dilaksanakan secara langsung. umum, bebas dan rahasia oleh seluruh anggota ambalan/ racana.


C. Sidang Penutup

Dalam agenda ini yang dilaksanakan antara lain :

- Membacakan seluruh hasil dan kesimpulan selama sidang. Dan sekaligus mensyahkannya.

- Menyerahkan hasil tim perumus kepada Pradana/ Ketua Racana terpilih untuk menyelesaikan tugas tugasnya. mis. Tugas tim formatur dll ( apabila pemilihan dilaksanakan dalam acara saat itu )

- Menutup sidang.
(Sumber Pramuka.net)

SAMBUTAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA PADA PERINGATAN HARI PRAMUKA KE-50 14 AGUSTUS 2011



Yang terhormat,
Kakak-kakak Ketua Mabida dan Mabicab Gerakan Pramuka,
Kakak-kakak Ketua Kwarda, Kwarcab dan Kwarran Gerakan Pramuka,
Kakak-kakak Pelatih, Pembina, Pamong dan Instruktur Gerakan Pramuka,
Adik-adik Pramuka yang saya banggakan,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Salam Pramuka,

Marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul bersama pada hari ini dalam keadaan sehat walafiat untuk memperingati Hari Pramuka ke 50 atau Tahun Emas yang jatuh pada tanggal 14 Agustus 2011. Tema peringatan ulang tahun emas Gerakan Pramuka tahun 2011 ini adalah “Pramuka Penyelamat Generasi Muda”.

Selaku Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, perkenankanlah saya pada kesempatan yang berbahagia ini menyampaikan ucapan Selamat Hari Pramuka ke 50 kepada segenap keluarga besar anggota Gerakan Pramuka di manapun berada. Semoga peringatan Hari Pramuka ke 50 ini, dapat memacu kita untuk lebih memajukan Gerakan Pramuka.

Kakak-kakak dan adik-adik keluarga besar Gerakan Pramuka yang saya hormati,

Revitalisasi Gerakan Pramuka yang telah berjalan selama lima tahun, dengan tujuan utamanya adalah untuk memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka serta untuk meningkatkan fungsi Gerakan Pramuka, dalam lima tahun ini memang telah memperlihatkan hasil yang cukup menggembirakan. Namun demikian, bersamaan dengan itu, harus diakui pula bahwa tantangan yang dihadapi oleh Gerakan Pramuka dan juga oleh kaum muda Indonesia, juga makin bertambah berat. Gerakan Pramuka, yang merupakan salah satu pilar pendidikan kaum muda di Indonesia, dituntut untuk dapat lebih berkontribusi secara nyata dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menyelesaikan masalah kaum muda.

Sesunggunyalah pada dewasa ini, Gerakan Pramuka serta generasi muda di Indonesia banyak menghadapi pelbagai masalah. Masalah dan ataupun tantangan yang dimaksud antara lain adalah masih tingginya angka putus sekolah, sulitnya mendapatkan pekerjaan, maraknya tindakan kriminalitas yang melibatkan generasi muda, rendahnya rasa hormat kaum muda kepada orang tua dan para guru, perubahan gaya hidup yang menjurus pada perilaku tidak sehat, meningkatnya perilaku merokok pada usia muda, makin tingginya konsumsi narkoba dan zat adiktif, serta makin meningkatnya pergaulan bebas yang berakibat pada terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi di kalangan generasi muda, tentu saja sangat memperihatikan kita semua.

Untuk kepentingan bangsa dan negara pada masa depan, pelbagai masalah dan atau tantangan yang dihadapi tersebut, tentu saja harus segera dapat ditanggulangi. Disinilah menjadi penting peranan Gerakan Pramuka. Sebagai lembaga pendidikan non formal yang tujuan utamanya adalah untuk membentuk karakter kaum muda, menanamkan semangat kebangsaan, serta meningkatkan keterampilan generasi muda, Gerakan Pramuka memang dapat berbuat banyak.

Sejarah memang telah mencatat besarnya peranan anggota dan organisasi Pramuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada masa-masa awal kebangkitan nasional, para anggota Pramuka (kepanduan) mempunyai peranan besar dalam membangkitkan semangat kebangsaan. Pada sekitar tahun 1920-an para anggota Pramuka (kepanduan) berperan besar dalam menggalang semangat persatuan. Untuk kemudian, pada masa-masa awal kemerdekaan, para anggota Pramuka (kepanduan) berperan besar dalam menggelorakan semangat bela negara.

Pada saat ini, di era pembangunan nasional, yang berhadapan dengan makin kompleknya pelbagai masalah dan ataupun tantangan, adalah harapan bersama kiranya Gerakan Pramuka dapat berkiprah dalam turut mensukseskan pembangunan nasional tersebut. Utamanya dalam turut mengatasi pelbagai masalah dan atau tantangan kaum muda. Pramuka dan Gerakan Pramuka harus dapat berperan sebagai penyelamat Generasi Muda.

Kakak-Kakak dan adik-adik Pramuka yang saya banggakan,

Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan yang berperan melengkapi pendidikan formal bagi generasi muda, sejak dicanangkannya revitalisasi pada tahun 2006 lalu, terus menerus membenahi diri. Pada saat ini dengan telah terbitnya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, tentu saja upaya pembenahan diri tersebut harus semakin ditingkatkan.

Hasil yang dicapai, sejauh ini, cukup menggembirakan. Minat kaum muda terhadap Gerakan Pramuka tampak makin meningkat. Bersamaan dengan itu pelbagai kegiatan kepramukaan telah semakin banyak dilaksanakan. Untuk tercapainya visi dan misi yang dimiliki, yakni mempersiapkan calon pemimpin bangsa yang memiliki watak, kepribadian dan akhlak mulia pada masa depan, pelbagai keberhasilan ini tentu saja harus dapat dipertahankan dan bahkan harus dapat lebih ditingkatkan pada masa depan.

Kakak-kakak dan adik-adik keluarga besar Gerakan Pramuka yang saya hormati,

Untuk terwujudnya visi dan misi Gerakan Pramuka, saya mengajak kepada semua pihak agar dapat secara terus-menerus dan bersama-sama mengibarkan panji-panji Gerakan Pramuka. Pada saat ini ditengah banyaknya kemelut yang dihadapi bangsa dan negara, tekad untuk terus mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa harus dapat ditingkatkan.

Untuk ini peranan Gerakan Pramuka adalah penting. Karena Gerakan Pramuka, sebagai satu lembaga pendidikan yang menghimpun pelbagai suku bangsa, agama dan kepercayaan, jelas merupakan suatu instrumen yang andal dalam mempersatukan bangsa dan negara. Sesungguhnyalah, salah satu peran utama yang diharapkan dari Gerakan Pramuka, adalah sebagai perekat bangsa.


Kakak-Kakak dan adik-adik Pramuka yang saya banggakan,

Pembentukan karakter yang tangguh bagi generasi muda merupakan hal yang amat penting dan bahkan menentukan nasib bangsa dan negara di masa depan. Kita juga telah sering mendengar perlunya generasi muda memiliki kepribadian yang kuat, bersemangat, ulet, pantang menyerah, disiplin, inovatif serta mampu bekerja keras. Namun pada kenyataannya, kondisi yang kita hadapi sekarang, karena pengaruh pelbagai faktor, terutama globalisasi, kemajuan teknologi informasi serta telekomunikasi, menunjukkan hal yang sebaliknya .

Pada saat ini, sadar atau tidak, nilai-nilai asing, langsung maupun tidak langsung, telah memberi banyak pengaruh negatif kepada generasi muda Indonesia. Pada saat ini, suka atau tidak, harus diakui, banyak generasi muda yang mulai kurang peduli terhadap masalah-masalah kebangsaan. Rasa cinta terhadap tanah air serta kesediaan untuk membela negara, tampak semakin rendah. Pada saat ini, suka atau tidak, harus diakui bahwa banyak generasi muda Indonesia yang telah tidak peduli lagi dengan sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa.

Untuk mengatasinya, sekali lagi sangat diperlukan keterlibatan aktif generasi muda dalam kegiatan kepramukaan. Karena sesungguhnyalah salah satu kewajiban setiap anggota Gerakan Pramuka, sebagaimana yang telah dirumuskan oleh Bapak Pramuka Dunia, Baden Powell, disamping ditujukan terhadap Tuhan (duty to the God), terhadap sesama (duty to others) dan terhadap diri sendiri (duty to self), juga yang terpenting adalah terhadap tanah air, bangsa dan negara (duty to country)

Kakak-Kakak dan adik-adik Pramuka yang saya banggakan,

Setelah lima tahun revitalisasi Gerakan Pramuka dicanangkan, dan pada saat ini ditambah dengan telah terbitnya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, tampak kedudukan dan peranan Gerakan Pramuka makin bertambah kokoh. Tentu saja untuk terlaksanya pelbagai kegiatan yang dimilikinya, diperlukan dukungan yang kuat dari pelbagai pihak. Revitalisasi Gerakan Pramuka yang inti pokoknya adalah mengaktifkan kembali Gugusdepan diseluruh Indonesia, tidak akan terlaksana apabila tidak mendapat dukungan dari orang tua, masyarakat dan pemerintah.

Dalam kaitan ini adalah harapan bersama, kiranya para orang tua, melalui Komite Sekolah, dapat berperan aktif mendukung Gugusdepan Gerakan Pramuka berbasis sekolah. Selanjutnya adalah harapan besama pula kiranya, masyarakat, melalui Perangkat Desa dan jajarannya, dapat mendukung Gugusdepan Gerakan Pramuka berbasis komunitas. Untuk kemudian kedua Gugusdepan ini, kiranya mendapat dukungan yang penuh dari pemerintah, sebagaimana yang tercantum dalam UU No 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Pasal 36 ayat c UU No 12 tahun 2010 menyebutkan Pemerintah dan Pemerintah daerah bertugas membantu ketersediaan tenaga, dana dan fasilitas yang diperlukan untuk pendidikan kepramukaan

Kakak-Kakak dan adik-adik Pramuka yang saya banggakan,

Dalam kesempatan yang baik ini perkenankanlah saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu perkembangan Gerakan Pramuka. Ucapan terima kasih ini, terutama saya sampaikan kepada pemerintah dan masyarakat, yang selama ini telah banyak membantu Gerakan Pramuka. Ucapan terima kasih yang sama juga kami sampaikan kepada para orang tua, para guru, dan para relawan pramuka, yang selama ini tanpa mengenal lelah, selalu berada di depan, memajukan Gerakan Pramuka.

Akhirnya semoga yang kita lakukan bersama senantiasa diridhoi oleh Allah SWT.

Satu Pramuka untuk Satu Indonesia, Jayalah Indonesia
Terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Pramuka,


Jakarta, 14 Agustus 2011

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Ketua,



Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH

Kamis, 04 Agustus 2011

Pramuka SMAN 1 LUBUK BASUNG wakili KWARCAB AGAM dalam Jambore Saka Kencana 2011 Se-Sumbar



Lomba Satuan Karya Pramuka Kencana Sumbar 2011 dalam bentuk Jambore PIK-RR diadakan di bumi perkemahan Lemdadika Padang Besi, Kota Padang, pada tanggal 14 – 17 Juli 2011, dan untuk lomba kali ini sebanyak 5 orang putra dan 5 orang putri anggota Pramuka Sman 1 Lubuk Basung terpilih mewakili saka kencana Kwarcab Agam dan bergabung dengan SMAN 1 Tilatang Kamang.
Adapun mata lomba yang di pertandingkan antara lain lomba Majalah Dinding, Lomba Lawak, Lomba Pentas Seni, Lomba Tapak Perkemahan dan berbagai macam lomba lainnya, dan Alhamdulillah untuk Jambore PIK-RR tahun 2011 ini saka kencana kwarcab berhasil menggondol piala, antara lain Juara 2 Lomba Pentas Seni, Juara 3 Lomba Mading, Juara Harapan 2 Lomba Tapak Perkemahan.
semoga untuk kedepannya kita lebih bisa berprestasi lagi.
Salam Pramuka!!
(kak Diez)

Kamis, 05 Mei 2011

Catatan perjalanan : Tim Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung melakukan pendakian Gunung Singgalang (2877 Mdpl)




Gunung Singgalang adalah jenis gunung vulkanis yang tidak aktif, merupakan salah satu gunung tertinggi di Sumatera Barat dengan ketinggian 2877 Mdpl, secara geografis terletak di wilayah kabupaten Agam, dengan koordinat 0 derajat 23’ 24” S – 100 derajat 19’ 51” E, dan gunung ini juga dikiaskaan sebagai salah satu penyangga langit minangkabau, termasuk ke dalam pegunungan Tri Arga ( 3 gunung tertinggi di tanah minangkabau), selain Gunung Marapi dan Gunung Tandikek, , untuk melakukan pendakian gunung ini terdapat 3 jalur yaitu dari Koto Baru( Pandai Sikek), Balingka dan Toboh (Malalak), tapi yang biasanya banyak dilewati para pendaki adalah jalur Koto Baru (Pandai Sikek).

Jum’at, 22 April 2011
Pukul 08.00 wib, langit terihat begitu cerah, terlihat awan-awan putih tebal bergantungan dilangit, kami berkumpul dirumah salah satu Purna Ambalan (kak Sandro), dan bersiap-siap untuk packing dan check perlengkapan terakhir sebelum berangkat, setelah semuanya dirasa lengkap, tim yang terdiri dari beberapa orang purna Ambalan, partisipan dan 4 orang Anggota Aktif Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung yaiti Solikhin, Yudi, Ade, Dan Ichank, segera berangkat menuju mobil yang telah di kami pesan sebelumnya.
Kami menumpangi mobil travel sejenis Tranex, setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 2 jam dari Padang akhirnya tepat sebelum Adzan Shalat Jumat dikumandangkan, kami sampai di pasar Koto baru, setelah menitipkan barang-barang dan perlengkapan di salah satu rumah teman, beberapa anggota tim segera bergegas menuju Mesjid untuk melaksanakan Shalat Jumat.
Selesai Shalat Jumat , dan mengurus perijinan di pos pendakian, dengan menumpangi mobil bak terbuka milik petani sayur setempat, kami berangkat menuju titik start pendakian yaitu di Tower stasiun pemancar RCTI, setelah makan siang dan mengisi veples – veples kosong dengan air di Tower, seperti yang telah disepakati sebelumnya kami langsung membagi Tim menjadi 2 yaitu, Tim 1 terdiri dari Kak Diez, Kak Renol, Yudi, Solikhin “dedek”, berangkat lebih awal dari dari tim ke 2 yang tediri dari Kak Sandro, Kajon, Kak Haris, Pa’ul, Kak Dia, Kak Ifa, Ichank,dan Ade , tim 1 bertugas mendirikan tenda dan menentukan titik Camp.
Tepat pukul 15.30, tim 1 berangkat, karena cuaca yang tidak bersahabat dan hujan begitu deras, terpaksa kami harus memakai raincoat untuk melindungi tubuh kami dari hujan, tantangan pertama kami adalah melewati hutan pimpiang atau para pendaki sering menyebutnya dengan “Lubang Mancik” karena berbentuk seperi lorong yang dikiri dan kanannya ditumbuhi oleh tumbuhan pimpiang yang banyak, untuk melaluinya tak jarang anggota tim harus merunduk, merangkak bahkan merayap, karena tumbuhan ini begitu rapat, benar – benar menguji ketahanan fisik, diperjalan melewati lubang mancik tersebut kami menemukan pendaki lain yang hendak turun, yaitu 2 orang bule dan seorang Guide mereka, setelah bertegur sapa secukupnya, tim kembali melanjutkan perjalanan sampai sumber mata air pertama untuk mengambil air dan beristirahat sejenak, hujan sudah agak mulai reda, hanya gerimis yang turun.
Selepas Hutan Pimpiang kami disambut oleh hutan Montane yaitu hutan yang terdapat pada ketinggian 1200 – 1500 Mdpl spesies tanamanan yang dijumpai Pohon Berangan, Damar Minyak dan Podo, tapi hujan kembali menyapa dengan derasnya, disini jalur yang dilewati berupa tanjakan tapi tidak begitu terjal, tapi kami harus hati – hati melewatinya karena jalan yang begitu licin dan becek karena diguyur hujan, jalanan berkabut sehingga mengganggu jarak pandang, dan hambatan lainnya adalah kabel listrik yang menjuntai sampai ketanah dan juga tiang listrik yang digunakan untuk keperluan Tower pemancar TV, Provider dan Pemantau, dalam perjalanan banyak ditemukan dataran yang cukup landai bisa digunakan untuk tempat Camp.
Hari sudah beranjak malam, matahari telah tenggelam diufuk barat, cuaca tampaknya belum juga mau bersahabat dengan kami, dibawah guyuran hujan, kami masih masih melanjutkan perjalanan, tapi karena mengingat tim ke 2 yang jauh tertinggal dibelakang dan mereka pun ada 2 orang anggota cewe’, maka kami berkoordinasi dengan tim 2 melalui telepon seluler, setelah melakukan koordinasi, mengingat cuaca dan hari sudah malam juga beberapa orang anggota tim yang telah kecapekan, kami putuskan tidak melakukan Summit Attack dan memilih untuk Camp malam itu.

Sabtu, 23 April 2011
Seperti pagi kemaren matahari bersinar begitu cerah, sinarnya menembus celah – celah dedaunan, memberikan kehangatan pada setiap apa yang diterpanya, walaupun suhu udara sangat dingin, pagi ini seluruh anggota tim bangun dengan semangat, karena hari ini kami akan langsung menuju telaga dewi nan eksotis di puncak Singgalang, beberapa orang anggota tim yang kebetulan baru perdana mendaki gunung, tampaknya sudah tak sabaran lagi untuk menikmati keeksotisan telaga itu, selesai sarapan dan mempacking perlengkapan, pukul 10.00 wib, Tim 1 segera bergerak, disusul oleh tim 2, perjalanan kali ini terasa sangat menyenangkan karena cuaca sangat mendukung, hutan yang dilalui begitu lebat dan masih sangat terjaga, karena dilihat dari rapatnya kanopi pepohonan, sehingga cahaya matahari tak dapat menembusnya.
Jalur menuju cadas dan Telaga Dewi ini sudah mulai terjal, tak jarang nggota tim harus berpegangan pada akar pohon atau batang kayu agar tidak terjatuh, tapi kami sangat menikmati pendakian ini, tak jarang kami bersenda gurau selama perjalanan atau beristirahat dengan menikmati secangkir kopi untuk melepas penat dan lelah, tak terasa akhirnya sampai juga dicadas, tapi sayangnya langit berkabut, sehingga pemandangan tak terlihat, kami agak kecewa, tapi tak mengendurkan semangat tim untuk menuju telaga, medan yang dilalui dicadas sangat terjal dan juga licin, harus ekstra hati-hati karena batuan dicadas ini tidak begitu kompak.
Kurang lebih 30 menit dari cadas akhirnya tim sampai juga di Telaga Dewi yang begitu mempesona itu, langit begitu cerah sehingga permukaan telaga tersebut terlihat seperti cermin yang membentang begitu luas, Subhanallah, begitu sangat indah ciptaan-Nya, kami memutuskan untuk camp diseberang istana lumut, dekat jalur pendakian Gunung Tandikek, dan langsung memasang panji kebesaran kami yaitu Bendera Cikal pada sebuah pohon, tim beristirahat sejenak untuk mengedurkan otot-otot tubuh yang masih terasa begitu tegang sehabis perjalanan tadi, kami melanjutkan mendirikan tenda, tak lama tim 2 juga datang, kami langsung memasak, terus makan siang, lalu acara mengabadikan moment melalui kamera dipinggiran Telaga Dewi tak boleh dilewatkan begitu saja, pada malam harinya kami membuat api unggun untuk sekedar menghangatkan tubuh karena suhu udaranya sangat dingin menusuk tulang, lalu bercengkrama sambil menikmati kopi panas.

Minggu, 24 April 2011
Pukul 06.00 wib, buuur., buuurrrrr...., beberapa orang anggota tim langsung mencebur ke telaga dewi untuk berenang ditengah suhu udara yang sangat dingin pagi ini, setelah mandi langsung memasak untuk sarapan, packing, dan membersihkan arena camp, tim langsung bersiap-siap turun, untuk perjalanan turun tak ada kendala yang begitu berarti, siang harinya kami sudah sampai di tower RCTI lagi, dan menjelang maghrib kami langsung menuju Padang, sebagian menuju Lubuk Basung.
(oleh : kak Diez)

Selasa, 26 April 2011

Lambang Ambalan Harimau Campo Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung



Filosofi dari Lambang Ambalan :
1. Tunas Kelapa warna emas artinya setiap anggota ambalan adalah generasi emas yang nantinya diharapkan menjadi penerus cita2 bangsa.
2. Siluet Harimau melambangkan nama Ambalan ''Harimau Campo'' dan mempunyai ...cita2 yang tertuang dalam sandi ambalan.
3. Arah mata angin artinya setiap anggota ambalan mempunyai cita2 yang terarah dan jelas.
4. 10 bintang melambangkan Dasa Dharma Pramuka
5. Warna Merah, Kuning, Hitam merupakan warna panji kebesaran Minangkabau (marawa)
6. Warna Putih artinya setiap anggota Ambalan mempunyai hati dan jiwa yang bersih lagi suci.
(kak diez)

Anggota Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung melakukan kunjungan ke Mapala Swarna Dwipa Ungu FATERNA UNAND


Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan skill individu para anggota dan juga mempersiapkan diri mengikuti Lintas Kembara 3, maka beberapa orang anggota Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung mengadakan kunjungan ke Sektretariat Mahasiswa Pecinta Alam Swarna Dwipa Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Padang, kunjungan tersebut dilakukan pada hari Senin, 18 April 2011.
Mereka berangkat dari Lubuk Basung pada hari Minggu dengan menggunakan travel didampingi oleh Kak Doni dan Kak Dia, sampai di Padang langsung ke tempat Kak Sandro dan Kak Dia untuk istirahat, besoknya selepas Dzuhur, pukul 13.00 wib, mereka langsung berangkat menuju Sekretariat Mapala SDU Faterna UNAND, sampai disana disambut oleh beberapa orang Anggota Mapala SDU, mereka diberi materi mengenai Climbing, Rapelling, membuat Harness, dan pengenalan beberapa peralatan Climbing.
Tampak sangat antusias mengikuti materi yang diberikan, sehingga banyak dari mereka yang bertanya tentang teknik – teknik Climbing, semoga saja apa yang didapat bermanfaat bagi perkembangan Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung.
Sukses selalu!
Salam Pramuka!
(kak diez)

Senin, 21 Maret 2011

Musyawarah Ambalan Pramuka SMAN 1 Lubuk Basung di adakan


Lubuk Basung - Pada hari minggu tanggal 20 Maret 2011 bertempat di Ruang Rapat lantai 2 Sman 1 Lubuk basung diadakan musyawarah ambalan Gudep 59/60 SMAN 1 LUBUK BASUNG, musyawarah ini dipimpin langsung oleh Kak Edrifa sebagai Pelatih, dan diikuti oleh beberapa purna Ambalan dan peserta didik, agenda yang dibicarakan antara lain, pemilihan Pemangku Adat, Nama Ambalan yang baru, Sandi Ambalan, Adat Ambalan, Penyusunan draft Program Kerja, sesuai dengan hasil keputusan Musyawarah tersebut nama ambalan kita yang baru adalah AMBALAN HARIMAU CAMPO,nama ini diambil karena lambang kabupaten AGAM sendiri adalah harimau campo, semoga dengan nama yang baru semoga membawa semangat baru pula.
SALAM PRAMUKA.
(KAK Diez)

Pramuka SMAN 1 LUBUK BASUNG berhasil meraih prestasi di LKPRP STKIP PGRI Padang


Padang - Pramuka SMAN 1 LUBUK BASUNG berhasil meraih prestasi tingkat Sumbar pada lomba Pramuka Tingkat Penegak (LKPRP) yang diadakan oleh RACANA PAGARUYUNG STKIP PGRI PADANG, lomba tersebut diadakan di bumi perkemahan padang besi, Padang, selama 5 hari, dari tanggal 23 - 27 Februari 2011, terdiri dari 7 mata lomba yaitu Lomba PBB, Lomba Cerdas Tangkas, Lomba Pionering, Lomba Tapak Perkemahan, Lomba Hasta Karya, Lomba Pentas Seni Minangkabau, dan Lomba MTQ, dan diikuti kurang lebih 800 orang paserta.
Dari semua mata lomba Pramuka SMAN 1 LUBUK BASUNG, berhasil meraih Juara 1 Lomba Pentas Seni Minang Kabau, Juara 3 Lomba Pionering, dan Juara 3 Lomba Tapak Perkemahan, dengan prestasi ini tentu akan jadi pemicu semangat untuk lebih berprestasi pada lomba - lomba selanjutnya...,
Gudep Harimau Campo..., ndak do cito!!!
(kak diez)

Sabtu, 28 Agustus 2010

Pesan terakhir Lord Robert Baden Powel


Pandu-pandu sedunia yang tercinta! Sebelum akhir hayatku
kian mendekat, tak ada salahnya aku berpesan kepada kalian sebagai tanda
perpisahan dariku untuk selama-lamanya sebelum meninggalkan semuanya….

Ini merupakan pesanku yang terakhir,
camkanlah baik-baik dalam hatimu. Cita-citaku sebagian sudah tercapai sehingga
dapat dipetik hasilnya. Sebagian lagi yang belum tercapai mudah-mudahan oleh
kalian bisa diteruskan sehingga bisa bermanfaat buat hidupmu.

Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pemurah
lagi Maha Penyayang. Jika kalian meneliti alam sekeliling ciptaan Tuhan,
niscaya akan menyadari bahwa sesungguhnya hidup ini penuh dengan keajaiban yang
dapat menimbulkan kebaikan dan keindahan bagi kita. Lebih baik kita mengamati
dan menikmati segala macam yang kita anggap baik dan indah daripada kita selalu
mencari-cari hal yang jelek.

Keinginan tiada lain, berusahalah
kalian agar kelak bila saatnya tiba untuk mengembuskan napas terakhir harus
dalam keadaan bahagia dan puas. Oleh karena itu, selama hidup di dunia
gunakanlah waktumu sebaik-baiknya. Berikhtiarlah terus dengan penuh optimistis
untuk mencari kebahagiaan di atas dunia ini.

Itu semua sudah tercantum dalam
pegangan hidup kita berupa Janji Pandu (Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka).
Sekali kita mengucapkan Sumpah Setya, maka seumur hidup akan tetap seorang
pandu.

Tuhan akan memberikan
perlindunganNya bila kita senantiasa berusaha dengan niat suci dan ikhlas.
Salam terakhir dari sahabatmu.

Jumat, 23 Juli 2010

Pramuka Adalah Sumber Segalanya

Waktu kita belajar di SD atau SMP, pada pelajaran PPKN di jelaskan bahwa Pancasila itu adalah sumber dari segala sumber hukum, nach begitu juga dengan Pramuka. Organisasi Pramuka itu adalah Sumber dari segala sumber ilmu.

Bayangkan saja, segala yang eksul lain punya kita juga punya. Karena dasar ilmunya adalah Gerakan Pramuka. Jadi kita harusnya bangga dengan ke adaan ini. Bahkan kita harus lebih hebat, karena mempunyai semua ilmu yang mereka tidak punya.

Di Paskibra atau Pasukan Pengibar Bendera, mereka di ajarkan PBB dan upacara bendera, apalagi di Pramuka, bahkan kita lebih hebat, coba saja Paskibra di suruh PBB pakai tongkat, pasti berantakan, bisa-bisa malah saling pukul.

Di PMR atau Palang Merah Remaja, mereka di ajarkan bagaimana cara membalut, membawa korban, membuat nafas buatan dan lainnya. Pramuka untuk masalah itu, pastinya lebih pintar. Karena kita yang punya ilmu itu. Bahkan untuk menolong diri sendiri juga kita bisa.

Di Pencita Alam, apalagi yang ini. Anggota Pramuka itu Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Jadi sudah nggak aneh lagi dengan kegiatan yang mereka buat. Mau tali temali kaya gimana, kita sudah pada mahir. Suruh naik gunung, nggak aneh itumah. Molor di hutan, sudah jadi makanan. Surfival, itu juga sudah menjadi makanan sehari-hari. Dari pada ngaku pencinta alam tapi kerjanya corat coret batu, gua dan ngukir di pohon.

Di PKS atau Polisi Keamanan Sekolah, mereka di ajarkan untuk mengatur lalu lintas, kelancaran kendaraan yang lalu lalang di depan sekolah. Itu sih nggak usah di pelajari juga, anggota Pramuka sudah bisa. Itu sih sudah naluri dari kita sebagai anggota Pramuka. Untuk apa kita bawa-bawa tali koor kalau nggak ada peluitnya. Hanya jadi pajangan di bahu saja.

Coba sebutkan ekstakulikuler yang belum saya sebutkan di atas, pasti kita sudah punya ilmunya. Apalagi di anggota dewasa, sudah disediakan SAKA atau Satuan Karya. Tinggal hobby kita apa, masuklah ke salah satunya. Itulah hebatnya PRAMUKA....
Diposting oleh: Renol Enon
Sumber http://www.pramuka.forumotion.com

Pengenalan Lebih Lanjut Tentang Navigasi Darat

Peta adalah gambaran dari permukaan bumi yang diperkecil dengan skala tertentu sesuai dengan kebutuhan. Peta digambarkan di atas bidang datar dengan sistem proyeksi tertentu. Peta yang digunakan untuk kegiatan alam bebas adalah Pete Topografi.
Peta topografi adalah suatu representasi di atas bidang datar tentang seluruh atau sebagian permukaan bumi yang terlihat dari atas dare diperkecil dengan perbandingan ukuran tertentu. Peta topografi menggambarkan secara proyeksi dari sebagian fisik bumi, sehingga dengan peta ini bisa diperkirakan bentuk permukaan bumi. Bentuk relief bumi pada peta topografi digambarkan dalam bentuk Garis-Garis Kontur.

Dalam menggunakan peta topografi harus diperhatikan kelengkapan petanya, yaitu:
1. Judul Peta
Adalah identitas yang tergambar pada peta, ditulis nama daerah atau identitas lain yang menonjol.

2. Keterangan Pembuatan
Merupakan informasi mengenai pembuatan dan instansi pembuat. Dicantumkan di bagian kiri bawah dari peta.

3. Nomor Peta (Indeks Peta)
Adalah angka yang menunjukkan nomor peta. Dicantumkan di bagian kanan atas.

4. Pembagian Lembar Peta
Adalah penjelasan nomor-nomor peta lain yang tergambar di sekitar peta yang digunakan, bertujuan untuk memudahkan penggolongan peta bila memerlukan interpretasi suatu daerah yang lebih luas.

5. Sistem Koordinat
Adalah perpotongan antara dua garis sumbu koordinat. Macam koordinat adalah:
a. Koordinat Geografis
Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (BB dan BT), yang berpotongan dengan garis lintang (LU dan LS) atau koordinat yang penyebutannya menggunakan garis lintang dan bujur. Koordinatnya menggunakan derajat, menit dan detik. Misal Co 120° 32' 12" BT 5° 17' 14" LS.
b. Koordinat Grid
Perpotongan antara sumbu absis (x) dengan ordinal (y) pada koordinat grid. Kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak (meter), sebelah selatan ke utara dan barat ke timur dari titik acuan.
c. Koordinat Lokal
Untuk memudahkan membaca koordinat pada peta yang tidak ada gridnya, dapat dibuat garis-garis faring seperti grid pada peta.
Skala bilangan dari sistem koordinat geografis dan grid terletak pada tepi peta.
Kedua sistern koordinat ini adalah sistem yang berlaku secara internasional. Namun dalam pembacaan sering membingungkan, karenanya pembacaan koordinat dibuat sederhana atau tidak dibaca seluruhnya.
Misal: 72100 mE dibaca 21, 9° 9700 mN dibaca 97, dan lain-lain.

6. Skala Peta
Adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak horisontal sebenarnya di medan atau lapangan. Rumus jarak datar dipeta dapat di tuliskan

JARAK DI PETA x SKALA = JARAK DI MEDAN

Penulisan skala peta biasanya ditulis dengan angka non garis (grafis).
Misalnya Skala 1:25.000, berarti 1 cm di peta sama dengan 25 m di medan yang sebenarnya.

7. Orientasi Arah Utara
Pada peta topografi terdapat tiga arah utara yang harus diperhatikan sebelum menggunakan peta dan kompas, karena tiga arah utara tersebut tidak berada pada satu garis.

Tiga arah utara tersebut adalah:
a. Utara Sebenarnya (True North/US/TN) diberi simbol * (bintang), yaitu utara yang melalui Kutub Utara di Selatan Bumi.
b. Utara Peta (Grid Nortb/UP/GN) diberi simbol GN, yaitu Utara yang sejajar dengan garis jala vertikal atau sumbu Y. Hanya ada di peta.
e. Utara Magnetis (Magnetic North/UM) diberi simbol T (anak pariah separuh), yaitu Utara yang ditunjukkan oleh jarum kompas. Utara magnetis selalu mengalami perubahan tiap tahunnya (ke Barat atau ke Timur) dikarenakan oleh pengaruh rotasi bumi. Hanya ada di medan.

Karena ketiga arah utara tersebut tidak berada pada satu garis, maka akan terjadi penyimpangan-penyimpangan sudut, antara lain:
a. Penyimpangan sudut antara US - UP balk ke Barat maupun ke Timur, disebut Ikhtilaf Peta (IP) atau Konvergensi Merimion. Yang menjadi patokan adalah Utara Sebenarnya (US).
b. Penyimpangan sudut antara US - UM balk ke Barat maupun ke Timur, disebut Ikhtilaf Magnetis (IM) atau Deklinasi. Yanmg menjadi patokan adalah l Utara sebenarnya ((IS).
c. Penyirnpangan sudut antara UP - UM balk ke Barat maupun ke Timur, disebut Ikhtilaf Utara Peta-Utara Magnetis atau Deviasi. Yang menjadi patokan adalah Utara Pela f71').
Dengan diagram sudut digambarkan

US UP UM

TRUE NORTH MAGNETIS NORTH

8. Garis Kontur atau Garis Ketinggian
Garis kontur adalah gambaran bentuk permukaan bumi pada peta topografi.
Sifat-sifat garis kontur, yaitu'.

a. Garis kontur merupakan kurva tertutup sejajar yang tidak akan memotong satu sama lain dan tidak akan bercabang.
b. Garis kontur yang di dalam selalu lebih tinggi dari yang di luar.
c. Interval kontur selalu merupakan kelipatan yang sama
d. Indek kontur dinyatakan dengan garis tebal.
e. Semakin rapat jarak antara garis kontur, berarti semakin terjal Jika garis kontur bergerigi (seperti sisir) maka kemiringannya hampir atau sama dengan 90°.
f. Pelana (sadel) terletak antara dua garis kontur yang sama tingginya tetapi terpisah satu sama lain. Pelana yang terdapat diantara dua gunung besar dinamakan PASS.

9. Titik Triangulasi
Selain dari garis-garis kontur dapat pula diketahui tinggi suatu tempat dengan pertolongan titik ketinggian, yang dinamakan titik triangulasi Titik Triangulasi adalah suatu titik atau benda yang merupakan pilar atau tonggak yang menyatakan tinggi mutlak suatu tempat dari permukaan laut.

Macam-macam titik triangulasi
a. Titik Primer, I'. 14 , titik ketinggian gol.l, No. 14, tinggi 3120 mdpl. 3120
b. Titik Sekunder, S.45 , titik ketinggian gol.II, No.45, tinggi 2340 rndpl. 2340
c. Titik Tersier, 7: 15 , titik ketinggian gol.III No. 15, tinggi 975 mdpl 975
d. Titik Kuarter, Q.20 , titik ketinggian gol.IV, No.20, tinggi 875 mdpl. 875
e. Titik Antara, TP.23 , titik ketinggian Antara, No.23, tinggi 670 mdpl. 670
f. Titik Kedaster, K.131 , titik ketinggian Kedaster, No.l 31, tg 1202 mdpl. 7202
g. Titik Kedaster Kuarter, K.Q 1212, titik ketinggian Kedaster Kuarter, No. 1212, tinggi 1993 mdpl. 1993

10. Legenda Peta
Adalah informasi tambahan untuk memudahkan interpretasi peta, berupa unsur yang dibuat oleh manusia maupun oleh alam. Legenda peta yang penting
untuk dipahami antara lain:
a. Titik ketinggian
b. Jalan setapak
c. Garis batas wilayah
d. Jalan raya
e. Pemukiman
f. Air
g. Kuburan
h. Dan Lain-Lain


MEMAHAMI PETA TOPOGRAFI

A. MEMBACA GARIS KONTUR

1. Punggungan Gunung
Punggungan gunung merupakan rangkaian garis kontur berbentuk huruf U, dimana Ujung dari huruf U menunjukkan ternpat atau daerah yang lebih pendek dari kontur di atasnya.

2. Lembah atau Sungai
Lembah atau sungai merupakan rangkaian garis kontur yang berbentuk n (huruf V terbalik) dengan Ujung yang tajam.

3. Daerah landai datar dan terjal curam
Daerah datar/landai garis kontumya jarang jarang, sedangkan daerah terjal/curam garis konturnya rapat.

B. MENGHITUNG HARGA INTERVAL KONTUR

Pada peta skala 1 : 50.000 dicantumkan interval konturnya 25 meter. Untuk mencari interval kontur berlaku rumus 1/2000 x skala peta. Tapi rumus ini tidak berlaku untuk semua peta, pada peta GUNUNG MERAPI/1408-244/JICA TOKYO-1977/1:25.000, tertera dalam legenda peta interval konturnya 10 meter sehingga berlaku rumus 1/2500 x skala peta. Jadi untuk penentuan interval kontur belum ada rumus yang baku, namun dapat dicari dengan:
1. Carl dua titik ketinggian yang berbeda atau berdekatan. Misal titik A dan B.

2. Hitung selisih ketinggiannya (antara A dan B).

3. Hitung jumlah kontur antara A dan B.

4. Bagilah selisih ketinggian antara A - B dengan jumlah kontur antara A - B, hasilnya adalah Interval Kontur.

C. UTARA PETA

Setiap kali menghadapi peta topografi, pertama-tama carilah arah utara peta tersebut. Selanjutnya lihat Judul Peta (judul peta selalu berada pada bagian utara, bagian atas dari peta). Atau lihat tulisan nama gunung atau desa di kolom peta, utara peta adalah bagian atas dari tulisan tersebut.

D. MENGENAL TANDA MEDAN

Selain tanda pengenal yang terdapat pada legenda peta, untuk keperluan
orientasi harus juga digunakan bentuk-bentuk bentang alam yang mencolok di lapangan dan mudah dikenal di peta, disebut Tanda Medan. Beberapa tanda medan yang dapat dibaca pada peta sebelum berangkat ke lapangan, yaitu:

1. Lembah antara dua puncak
2. Lembah yang curam
3. Persimpangan jalan atau Ujung desa
4. Perpotongan sungai dengan jalan setapak
5. Percabangan dan kelokan sungai, air terjun, dan lain-lain.

Untuk daerah yang datar dapat digunakan-.
1. Persimpangan jalan
2. Percabangan sungai, jembatan, dan lain-lain.

E. MENGGUNAKAN PETA

Pada perencanaan perjalanan dengan menggunakan peta topografi, sudah
tentu titik awal dan titik akhir akan diplot di peta. Sebelurn berjalan catatlah:

1. Koordinat titik awal (A)
2. Koordinat titik tujuan (B)
3. Sudut peta antara A - B
4. Tanda medan apa saja yang akan dijumpai sepanjang lintasan A - B
5. Berapa panjang lintasan antara A - B dan berapa kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan lintasan A -B.


Yang perlu diperhatikan dalam melakukan suatu operasi adalah

1. Kita harus tahu titik awal keberangkatan kita, balk di medan maupun di peta.
2. Gunakan tanda medan yang jelas balk di medan dan di peta.
3. Gunakan kompas untuk melihat arah perjalanan kita, apakah sudah sesuai dengan tanda medan yang kita gunakan sebagai patokan, atau belum
4. Perkirakan berapa jarak lintasan. Misal medan datar 5 krn ditempuh selama 60 menit dan medan mendaki ditempuh selama 10 menit.
5. Lakukan orientasi dan resection, bila keadaannya memungkinkan.
6. Perhatikan dan selalu waspada terhadap adanya perubahan kondisi medan dan perubahan arah perjalanan. Misalnya dari pnggungan curam menjadi punggungan landai, berpindah punggungan, menyeberangi sungai, ujung lembah dan lain-lainnya.
7. Panjang lintasan sebenarnya dapat dibuat dengan cara, pada peta dibuat lintasan dengan jalan membuat garis (skala vertikal dan horisontal) yang disesuaikan dengan skala peta. Gambar garis lintasan tersebut (pada peta) memperlihatkan kemiringan lintasan juga penampang dan bentuk peta. Panjang lintasan diukur dengan mengalikannya dengan skala peta, maka akan didapatkan panjang lintasan sebenarnya.

F. MEMAHAMI CARA PLOTTING DI PETA

Plotting adalah menggambar atau membuat titik, membuat garis dan tandatanda tertentu di peta. Plotting berguna bagi kita dalam membaca peta. Misalnya Tim Bum berada pada koordinat titik A (3986 : 6360) + 1400 m dpl. SMC memerintahkan Tim Buni agar menuju koordinat titik T (4020 : 6268) + 1301 mdpl. Maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :

a. Plotting koordinat T di peta dengan menggunakan konektor. Pembacaan dimuali dari sumbu X dulu, kemudian sumbu Y, didapat (X:Y).
b. Plotting sudut peta dari A ke T, dengan cara tank garis dari A ke T, kemudian dengan busur derajat/kompas orientasi ukur besar sudut A - T dari titik A ke arah garis AT. Pembacaan sudut menggunakan Sistem Azimuth (0" -360°) searah putaran jarum Jain. Sudut ini berguna untuk mengorientasi arah dari A ke T.
c. Interprestasi peta untuk menentukan lintasan yang efisien dari A menuju T. Interprestasi ini dapat berupa garis lurus ataupun berkelok-kelok mengikuti jalan setapak, sungai ataupun punggungan. Harus dipaharni betul bentuk garis garis kontur.

Plotting lintasan dan memperkirakan waktu tempuhnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tempuh :

a. Kemiringan lereng + Panjang lintasan
b. Keadaan dan kondisi medan (misal hutan lebat, semak berduri atau gurun pasir).
c. Keadaan cuaca rata-rata.
d. Waktu pelaksanaan (yaitu pagi slang atau malam).
e. Kondisi fisik dan mental serta perlengkapan yang dibawa.

G. MEMBACA KOORDINAT

Cara menyatakan koordinat ada dua cara, yaitu:

1. Cara Koordinat Peta

Menentukan koordinat ini dilakukan diatas peta dan bukan dilapangan. Penunjukkan koordinat ini menggunakan

a. Sistem Enam Angka Misal, koordinat titik A (374;622), titik B (377;461)
b. Cara Delapan Angka Misal, koordinat titik A (3740;6225), titik B (3376;4614)

2. Cara Koordinat Geografis

Untuk Indonesia sebagai patokan perhitungan adalah Jakarta yang dianggap 0 atau 106° 4$' 27,79". Sehingga di wilayah Indonesia awal perhitungan adalah kota Jakarta. Bila di sebelah barat kota Jakarta akan berlaku pengurangan dan sebaliknya. Sebagai patokan letak lintang adalah garis ekuator (sebagai 0). Untuk koordinat geografis yang perlu diperhatikan adalah petunjuk letak peta.

H. SUDUT PETA

Sudut peta dihitung dari utara peta ke arah garis sasaran searah jarum jam.
Sistem pembacaan sudut dipakai Sistem Azimuth (0° - 360°).
Sistem Azimuth adalah sistem yang menggunakan sudut-sudut mendatar yang besarnya dihitung atau diukur sesuai dengan arah jalannya jarum jam dari suatu garis yang tetap (arah utara). Bertujuan untuk menentukan arah-arah di medan atau di peta serta untuk melakukan pengecekan arah perjalanan, karena garis yang membentuk sudut kompas tersebut adalah arah lintasan yang menghubungkan titik awal dan akhir perjalanan.
Sistem penghitungan sudut dibagi menjadi dua, berdasar sudut kompasnya

AZIMUTH : SUDUT KOMPAS

BACK AZIMUTH : Bila sudut kompas > 180° maka sudut kompas dikurangi 180°. Bila sudut kompas <>

I. TEKNIK MEMBACA PETA

Prinsipnya . " Menentukan posisi dari arah perjalanan dengan membaca peta dan menggunakan teknik orientasi dan resection, bila keadaan memungkinkan " Titik Awal : Kita harus tahu titik keberangkatan kita, balk itu di peta maupun di lapangan. Plot titik tersebut di peta dan catat koordinatnya.
Tanda Medan : Gunakan tanda medan yang jelas (punggungan yang menerus, aliran sungai, tebing, dll) sebagai guide line atau pedoman arah perjalanan. Kenali tanda medan tersebut dengan menginterpretasikan peta.
Arah Kompas : Gunakan kompas untuk melihat arah perjalanan kita. Apakah sesuai dengan arah punggungan atau sungai yang kita susuri.
Taksir Jarak : Dalam berjalan, usahakan selalu menaksir jarak dan selalu memperhatikan arah perjalanan. Kita dapat melihat kearah belakang dan melihat jumalah waktu yang kita pergunakan. Jarak dihitung dengan skala peta sehingga kita memperoleh perkiraan jarak di peta. Perlu diingat, bahwa taksiran kita itu tidak pasti.

+10' X 10' untuk peta 1 : 50.000

+ 20' X 20' untuk peta 1 : 100.000

Untuk peta ukuran 20' X 20' disebut juga LBD, sehingga pada 20' pada garis sepanjang khatulistiwa (40.068 km) merupakan paralel terpanjang.
40.068 km: (360° : 20') = 40.068 km: (360° : 1/3) = 40.068 km: (360° X 3) 40.068 km : 1080 = 37,1 km
Jadi 20' pada garis sepanjang khatulistiwa adalah 37,1 km. Jarak 37,1 km kalau digambarkan dalam peta skala 1 : 50.000 akan mempunyai jarak : 37,1 km = 3.710.000 cm. Sehingga dipeta : 3.710.000: 50.000 = 74,2 cm.
Akibatnya I LBD peta 20' x 20' skala 1 : 50.000 di sepanjang khatulistiwa berukuran 74,2 X 74,2 cm. Hal ini tidak praktis dalam pemakaiannya.

Lembar Peta

Dikarenakan LBD tidak praktis pemakaiannya, karena terlalu lebar. Maka tiap LBD dibagi menjadi 4 bagian dengan ukuran masing-masing 10' X 10' atau 37,1 X 37,1 cm. Tiap-tiap bagian itu disebut Lembar Peta atau Sheet, dan diberi huruf A, B, C, D. Jika skala peta tersebut 1 : 50.000, maka peta itu mempunyai ukuran 50.000 X 37,1 = 1.855.000 cm = 18,55 km (1ihat gambar).

Penomoran Lembar Peta

a. Meridian (garis bujur) yang melalui Jakarta adalah 106° 48' 27,79" BT, dipakai sebagai meridian pokok untuk penornoran peta topografi di Indonesia. Jakarta sebagai grs bujur 0

b. Panjang dari Barat ke Timur = 46° 20', tetapi daerah yang dipetakan adalah mulai dari 12" sebelah barat meridian Jakarta. Daerah yang tidak dipetakan adalah : 106° 48' 27,79" BT - (12° + 46° 20' BT) = 8' 27,79", daerah ini merupakan taut sehingga tidak penting untuk pemetaan darat. Tetapi penomorannya tetap dibuat



Keterangan;
• Daerah pada petak A dituliskan sheet 1/I-A dan titik paling Utara dan paling Barat ada di Pulau Weh.
• Cara pemberian nomor adalah dari Barat ke Timur dengn angka Arab (1, 2, 3, , 139). Dari Utara ke Selatan dengan angka Romawi (I, II, III LI).
• LBD selau mempunyai angka Arab dan Romawi. Contoh : LP No. 47[XLI atau SHEET No.47/XLI.
• Lembar peta selalu diben huruf, dan huruf itu terpisah dari nomor LBDnya dengan garis mendatar. Contoh: LP No. 47/XLI - B.

c. Pada uraian diatas disebutkan bahwa garis bujur 0° Jakarta selalu membagi dua buah LBD. Maka untuk lembar peta lainnya selalu dapta dihitung berapa derajat atau menit letak lembar peta itu dan' bujur 0° Jakarta

Contoh: Lernbar Peta No. 39/XL - A terletak diantara garis 7" dan 70 10' LS serta 0° 40' dan 0° 50' Timur Jakarta. Kita harus selalu menyebutkan Lembar Peta tersebut terletak di Barat atau Timur dan' Jakarta.

d. Pada Lembar Peta skala 1 : 50.000, LBD-nya dibagi menjadi 4 bagian. Tetapi untuk peta skala 1 : 25.000, 1 LBD-nya dibagi menjadi 16 bagian dan diberi huruf a sampai q dengan menghilangkan huruf j

e. Mencari batas Timur dan Selatan suatu.Sheet atau Lembar Peta.

Contoh
• Batas Timur dari bujur 0" Jakarta adalah 47/3 X I = 15" 40' Timur Jakarta atau 15° 40' - 12°= 3° 40' BT Jakarta (batas paling Timur Sheet B).
• Batas Selatan dan 0° Khatulistiwa adalah 47/3 : 1 = 13" 40' atau 13° 40' 6" = 7° 40' LS. Karena terlatak pada Lembar Peta B dalam 1 LBD, maka dikurangi 10'. Sehingga didapat : 7°40' - 10' = 7" 30' LS

f. Mencari nomor Lembar Peta atau Sheet. Batas Timur Jakarta = 15" 40', sedang batas Selatan adalah 7" 30' LS. + Jumlah LBD ke Timur = 15° 40' X 3 X 1 LBD = 47 LBD + Jumlah LBD ke Selatan 13" 40' X 3 x 1 LBD = 41 LBD (XLI)

g. Mencari suatu Posisi/Lokasi Contoh : sebuah pesawat terbang jatuh pada koordinat.- 110° 28'BT dan 7° 30' LS. Cari nomor Lembar Petanya Caranya adalah

• 110° 28' - 94" 40' = 15" 48'
• 15° 48' X 3 = 47t' 24' (batas paling Timur)
• 60 + 7" 30' = 13" 30'
• 130 30' X 3 = 40° 30' (batas paling Selatan)



h. Perhitungan di Koordinat Geografis

CARA I
Luas dari I Sheet peta adalah 10' X 10', seluas 18,55 km X 18,55 km pada peta 1 - 50.000. Sehingga di dapat (10 X 60 - 18,5 5) - 20 = 1,617,
dibulatken menjadi 1,62 (sebagai konstanta). Misal peta yang digunakan peta Sheet No.47/XLI - B
Triangulasi T. 932 terletak pada : 46 mm dari Timur dan 16 mm dari Selatan. 1915
Posisi Sheet 47/XLI - B
1060 48` 27,79" + 30 40' = 110° 28' 27,79"
Dari Timur: 46 mm X 1,62 = 1' l4°52"
1100 28' 27,79" BT - 1' 14,52" = 110° 27' 13,27" BT
(dikurangi karena semakin mendekati ke titik Jakarta).
Dari selatan : 16 mm X 1,62 = 25,92"
7° 30' LS - 25,92" = 7f' 29' 34,08" LS (dikurangi karena semakin mendekati equator).
Sehingga titik Triangulasi T. 932 terletak pada koordinat: 110° 27' 13,27" BT dan 7° 29' 34,08" LS. 1915
Untuk penggunaan peta 1 : 25.000, cara penghitungannya sama, hanya konstantanya diubah menjadi 0,81, yang didapat dari :
{(5 X 60) : 18,55 1 : 20 = 0,808, dibulatkan menjadi 0,81
Luas dari 1 Sheet peta skala 1 : 25.000 adalah 5' X 5'
CARA II
Dari Timur : 46 mm = (46 : 37,1) X 60 = 1 ' 14,39"
110° 28' 27,79" BT - 1' 14,39" = 11 Of' 27' 13,40" BT
Dari Selatan: 16 mm = (16 :37,1) X 60 = 25,87"
7° 30' LS - 25,87" = 7t' 29' 34,13" LS
Sehingga titik Triangulasi T. 932 terletak pada koordinat : I I0'' 27' 13,40" BT dan 7° 29' 34,13" LS. 1915
Pada hasil perhitungan Cara I dan Cara II terdapat selisih 0,13" untuk BT dan 0,05" untuk LS. Hal ini tidak jadi masalah karena masih dalam batas toleransi dan koreksi, yaitu kurang dari 1,00".
Untuk penggunaan peta 5' X 5', 10' X 10' dan 20' X 20' tetap menggunakan pembagi 37,1. Sebaliknya, Jika ada laporan dengan koordinat gralicule, maka cara menentukan lokasinya pada peta adalah (Contoh) "Satu unit SRU menempati sebuah lokasi dengan koordinat 110° 27' 13,27" BT dan 7° 29' 34,08" LS, tentukan lokasi SRU tersebut pada peta Sheet No. 47/XLI - B" JAWAB : Posisi peta 47/XLI -B : 110° 28' 27,79" BT sehingga 110° 27, 13,27" BT 1 10 "27' 13,27 1' 14,52" - 74,52"

74,52" : 1,62 = 46 mm dari timur, dan ukurlah dengan penggaris Batas Selatan : 7°30' sehingga didapat 7030' LS -7029' 34.08" = 25.92" 25,92" : 1,62 = 16 mm dari selatan dan ukurlah dengan penggaris Titik perpotongan kedua garis tersebut adalah lokasi dari SRU yang dimaksud, yaitu 46 mm dari sisi timur dan 16 mm dari sisi selatan berada di sekitar Tnangulasi T.932
Diposting oleh: Renol Enon
Sumber http://www.wanabakti.com/2010/01/dasar-dasar-navigasi.html

Teknik Dasar Navigasi Darat

PENDAHULUAN
Sebagai penggiat kegiatan alam bebas, pengetahuan tentang medan merupakan sebuah modal yang harus dimiliki. Pengetahuan penguasaan medan akan mempermudah kita untuk mencapai tujuan tertentu dan target tertentu dalam kegiatan alam bebas. Selain itu, penguasaan medan ini juga dapat berguna dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Untuk pelaksanaan tugas SAR, evakuasi, dll. Pengetahuan tentang medan ini antara lain meliputi survival, teknik hidup di alam bebas, dan navigasi darat. Selain mungkin ada bebarapa materi pendukung seperti perencanaan perjalanan, kesehatan perjalanan, komunikasi lapangan, pengetahuan geologi, pengetahuan lingkungan, dll.




PENGERTIAN
Menurut penjelasan pada “Diktat Badan Diklat Wanadri”, navigasi darat adalah penentuan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya maupun pada peta. Berkaitan dengan pengertian tersebut, pemahaman tentang kompas dan peta serta cara penggunaannya mutlak harus dikuasai.

PETA
Peta merupakan penggambaran dua dimensi pada bidang datar dari sebagian atau seluruh permukaan bumi yang dilihat dari atas, dan diperkecil atau diperbesar dengan perbandingan tertentu. Peta yang diperlukan untuk keperluan navigasi darat adalah peta topografi atau peta kontur. Peta topografi memetakan tempat-tempat di permukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis-garis kontur, dengan satu garis kontur mewakili satu ketinggian.

Bagian-Bagian Peta

1. Judul Peta
Merupakan lokasi yang ditunjukkan oleh peta bersangkutan. Judul peta tertera di bagian atas tengah peta.

2. Nomor Peta
Nomor peta merupakan nomor registrasi dari badan pembuat peta. Selain itu juga sebagai petunjuk apabila kita memerlukan peta daerah lain di sekitar daerah yang dipetakan tersebut. Nomor peta terdapat di sebelah kanan atas peta.

3. Koordinat Peta
Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Koordinat ditentukan dengan sistem sumbu yaitu garis-garis yang saling berpotongan tegak lurus (garis bujur dan lintang). Sistem koordinat mengenal penomoran dengan 4 angka atau 6 angka. Untuk daerah yang luas dipakai penomoran 4 angka, dan untuk daerah yang lebih sempit dengan penomoran 6 angka.

4. Kontur
Merupakan garis khayal yang menghubungkan titik-titik ketinggian sama dari permukaan laut. Sifat-sifat garis kontur antara lain :
a. Merupakan penunjuk ketinggian tertentu (pada peta biasanya tercantum nilai ketinggiannya)
b. Garis kontur dengan ketinggian lebih rendah selalu mengelilingi garis kontur lebih tinggi, kecuali untuk medan khusus seperti kawah
c. Garis kontur tidak pernah saling berpotongan
d. Beda ketinggian antara dua garis kontur adalah tetap, walaupun kerapatannya berubah-ubah
e. Daerah datar memiliki kontur yang renggang, sedangkan daerah terjal memiliki kontur yang rapat
f. Punggungan gunung/bukit terlihat di peta sebagai rangkaian kontur berbentuk huruf “U” yang ujungnya melengkung menjauhi puncak
g. Lembah terlihat di peta sebagai rangkaian kontur berbentuk “V” yang ujungnya tajam dan menjorok ke puncak

6. Skala Peta
Merupakan perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak horizontal di lapangan.
Contoh :
1 : 25.000 berarti 1 cm jarak pada peta mewakili 25.000 cm jarak sebenarnya
1 : 50.000 berarti 1 cm jarak pada peta mewakili 50.000 cm jarak sebenarnya

7. Tahun Peta
Menunjukkan tentang tahun pembuatan peta tersebut. Semakin baru tahun peta, maka data pada peta tersebut semakin akurat

8. Legenda Peta
Memuat keterangan-keterangan pada peta. Misalnya jalan, sungai, pemukiman, dll

KOMPAS
Merupakan penunjuk arah mata angin dengan ketentuan sudut derajat dari arah utara magnetis bumi. Kompas yang biasa digunakan untuk keperluan navigasi darat adalah kompas bidik dan kompas orienteering.



MENGENAL TANDA MEDAN
Kemampuan mengenal tanda medan sangatlah mutlak untuk dikuasai jika kita hendak melakukan navigasi darat. Tanda-tanda medan dapat dijadikan acuan untuk penentuan lokasi dan pengenalan medan supaya arah perjalanan tidak melenceng hingga terjadi hal-hal buruk seperti tersesat. Tanda-tanda medan dapat dikenali dari bentang alam yang ada di sekitar, misalnya punggungan, puncak bukit, jalan setapak, jalan raya, sungai, tebing, muara, delta, anak sungai, pemukiman, daerah tertentu,
Diposting oleh : Renol Enon
sumber http://www.loopdreamer.wordpress.com